Showing posts with label random. Show all posts
Showing posts with label random. Show all posts

Sunday, May 1, 2016

#Random : Poem 1

pic source: pinterest

Terkadang merasa seperti dibenci. Bernafas untuk dibenci, tertawa untuk dibenci, melangkah untuk dibenci. Sempurna hanya ilusi jika kau mau tau. Kemarahan adalah pedang bermata dua; melukai dan melukai. Terkadang merasa seperti dibenci, bagaimana kalau mati?

Monday, February 1, 2016

UNSPOKEN TRUTH

Bagi banyak orang, yang tersulit adalah memulai. Yang tersulit adalah melangkah untuk pertama kali.
Bayangan ekspresi seperti apa yang harus digunakan, topeng yang mana. Kapan harus tertawa, tersenyum atau mungkin diam saja? Pertanyaan menggantung yang bahkan ragu harus dijawab atau tidak.
Aku dan kamu hanya fatamorgana. Tapi kupikir paling tidak kita bisa seperti angin. Tak berwujud dan tak berupa, tapi ada.
Terlalu banyak cerita yang harus kutelan lagi. Menggantung bagai daun layu terkulai. Segan hidup atau mati.
Aku dan kamu nyatanya hanya mitos. Kebohongan.

Wednesday, March 11, 2015

#Random - Living The Life




Living the life. Hidup dalam hidup itu sendiri atau menjalani hidup atau menghidupi hidup. Yang mana saja!
Semua orang yang bernafas pasti 'living the life' tanpa ditanya dulu mau atau tidak. 
Tidak ada satu pun orang yang minta dilahirkan kedunia -- well, teori ini bisa jadi salah sih, karena tidak ada yang pernah benar-benar berfokus pada kehidupan SEBELUM kehidupan itu sendiri. Yang sering kita dengar pastilah kehidupan SETELAH kehidupan ini.




Dari fase bayi, anak-anak, remaja, hingga dewasa tak ada yang benar-benar siap. Setiap anak kecil didorong memasuki ranah remaja--oleh masyarakat, oleh umur. Setiap remaja diseret masuk dunia orang dewasa--sekali lagi oleh masyarakat, oleh umur. Dengan embel-embel "ketika saya seumuran dia saya rasa saya lebih rajin, lebih baik, lebih dewasa. Kenapa manusia jaman sekarang begini? Begitu?" Bukti bahwa sebagian besar orang tua sekarang JUGA diseret masuk ke dunia orang dewasa.

Sebagian orang menghabiskan hidupnya mengikuti jalan yang dia pilih sendiri. Kesusahan atau kesulitan, pasti setiap orang punya. Tapi mau menghadapi atau menghindari adalah pilihan. Atau menghadapi dengan bersusah payah, menghadapi seadanya, menghadapi dengan pasrah, juga pilihan.
Berapa banyak anak kecil yang pernah kita temui berbicara layaknya orang dewasa? Tentang hidup, tentang Tuhan, tentang pemikiran-pemikiran relatif yang kita semua harap benar adanya. Pemikiran seperti"orang baik pasti selalu menang di akhir." Seperti dalam plot-plot mainstream. Hanya saja kadang kehidupan punya alurnya sendiri. Ia malas dicap mainstream. Jadilah ia dengan plotnya yang anti-mainstream. Supaya apa? Supaya dunia banyak warnanya? Kalau banyak warnanya memangnya kenapa juga? Dengan satu-dua warna bukankah hidup tetap hidup? 

Kembali lagi ke anak kecil dengan pemikiran dewasa. Bukan anak kecil yang sok dewas-dewasaan dengan make up, tagar OOTD di akun-akun liar. Tapi anak kecil dengan prinsip. Dengan kesadaran sekaligus penyesalan diri akan hidupnya yang jauh berbeda dengan hidup anak-anak seusianya. Yang mencoba menganalisis kenapa dia jadi berbeda. Mungkin karena orang tuanya. Mungkin karena Tuhan. Tapi tidak cukup berani menyalahkan siapa-siapa. Kita pasti berdecak kagum seandainya pernah bertemu. Anak kecil yang bilang, "Kenapa sih mereka ini kekanak-kanakan sekali?" padahal dia juga anak-anak. Dan ketika diseret ke dunia dewasa sesungguhnya dia sudah terlalu lelah. Cahaya mataharinya sudah redup karena bersinar terlalu lama. Tapi sekali lagi hidup punya plotnya sendiri. Sering kali orang baik harus mati di akhir cerita. Supaya apa? Mungkin supaya penonton sadar bahwa orang yang benar-benar baik tidak pernah mengharap reward atas kebaikannya. Atau karena akal-akalan hidup saja supaya dia jadi yang paling terkenal di antara kematian, nasib, perasaan, dunia.

Pic cr : google

Friday, November 21, 2014

When will you get married?


“When will you get married?” So many people ask me that question like each time they see my face. It’s not a big deal for me at all, but it just make me think that; do they really think I’m ready enough to be a wife? A mother? Because I’m only 22 years old for your information Madam, Sir. I’m too young and not ready at all – this now on. I agree that maturity is not about age, it’s inside your mind. However, you can’t get rid of how age can define someone’s maturity. I don’t think marriage in a very young age—20 – 23 yo – is a good choice.  I live in a eastern society and people used to marriage in young age. It even become a disaster when a girl not married yet in age of 25 yo! How come? I just don’t get it. I don’t avoid married in young age. I just hope that people get married because they want to, they’re ready for it. Not due to the society. 




Saturday, November 2, 2013

Dongeng Tentang Badai Cinta Pertama

Jika kau berharap ini tentang kita atau tentangmu, itu salah. Karena semua hanya ada aku.
Jika kau pikir ini tentang cinta, maka kau salah kira juga. Karena ini tentang badai pertama.
Jika kau terka ini sebuah kenyataan, maka kau terperangkap dalam imajimu sendiri karena jika kau benar-benar membaca etalase yang ku pajang kau akan tahu bahwa ini hanya dongeng. Dongeng tentang badai cinta pertama.

Seperti semua bentuk kehidupan yang selalu berawal dari sebuah tanya, begitu pula lembaran kisah satu ini.
Dan yang mendapat giliran pertama adalah "Siapa aku?"
Aku bukanlah siapa-siapa seperti yang kau tahu. Aku hanya seorang pendongeng yang berpindah dari satu dunia ke dunia yang lain. Aku cuma pemimpi yang bahkan tidak nyata. 
Dan siapa dirimu yang kusebut-sebut? Kau kebetulan mendapat bagian sebagai wayang, sebagai tokoh, sebagai khayalan. 
Siapa aku dan siapa dirimu kukira tidak begitu penting karena toh kuberitahu saja, akhirnya kita tidak bersama. Kita tidak pernah muncul dalam satu frame yang sama. Ya, bukan tentang kita. Hanya tentang aku si pendongeng dan pemimpi ini.

Badai cinta pertama, begitulah aku menyebutnya. Sedikit sejarah tentang judul yang kusematkan di dahiku adalah karena ketika aku berpikir siapa nama cerita yang laksana hantu ini? Aku menemukan tidak mungkin untuk kupanggil Cinta Pertama saja. Cinta pertama tidak seperti ini. Tidak berloncat-loncatan tak terarah. Seolah tubuh tak bernyawa yang berpura-pura hidup. Jadi kutambah saja kata "Badai" yang memang mewakili keseluruhan rasa dari permen kisah ini. Badai. 
Bukan badai hebat yang meluluhlantakan harapan dan membunuh banyak senyum. Hanya saja ini badai pertama. Aku tidak pernah melihat atau merasakan badai yang sesungguhnya, jadi kuasumsikan saja ini badaiku. Badai milikku yang ada kamunya.

Aku ini hanya pemimpi. Benarkan? Begitulah aku sampai badai ini berlalu. Aku berharap kau tidak kembali. Tapi kau kembali. Meski dalam bentuk mimpi. Tapi karena aku memang pemimpi dan semua berawal dari mimpi jadi aku akan baik-baik saja dengan begini. 

Baris ini adalah keseluruhan cerita. Baris ini adalah awal dan akhir. Semua kujelaskan dalam satu kata. Mimpi. Dengan sang pemimpi dan pendongeng yang berbagi satu tubuh. Hanya begitu.

Monday, September 23, 2013

Be Positive!

So many people are looking for happiness. Money, crown or anything is gained to earn happiness. God always whispers that He is the true happiness. But this body, this world doesn't want to hear Him. We are too busy to searching for something that has been made for us since the very beginning. Sometimes it's hard to say "Thank you Lord, everything is ENOUGH" because human mind are designed to say "Please Lord give this, give that". Be positive for everything you have now. Realize that you are unique, special in your own way. You don't need any person to say you're smart or beautiful or whatever because you ARE now even without they say so.



Tuesday, September 10, 2013

Worse Than A Broken Heart

Semua orang pasti pernah merasa diabaikan dan ditinggalkan. Seorang anak harus belajar mandiri ketika masuk ke ruang kelas untuk pertama kali. Seorang mahasiswa harus meninggalkan kampung halaman dan menuntut ilmu di negeri orang. Seorang wanita harus mengangkat kaki dari rumah meninggalkan orang tuanya untuk menikah. Ditinggalkan. Meninggalkan. Dua hal serupa tapi berbeda. Namun tetap menyisakan rasa yang sama. Kesedihan. Kegundahan dan yang paling mengerikan adalah ketidaktahuan.


Kesedihan melingkupi berbagai hal. Tidak lagi bersama. Tidak lagi bertemu bahkan mungkin bertegur sapa untuk beberapa kasus yang lebih serius. 
Kegundahan adalah perkara lain. Mau melangkah atau memilih mundur? Mudah saja jika kita yakin melangkah adalah benar dan mundur adalah salah. Akan berbeda jika melihat melangkah dan mundur merupakan hal yang sama baiknya. 
Kemudian berbicara tentang ketidaktahuan. Lebih mengerikan diantara semua. Tidak tahu akan menjadi apa, harus bagaimana. Terlalu banyak pertanyaan merayapi tulang pungung dan membekukan hati. 

Tapi seperti berulang kali manusia hadapi. Kita dipaksa untuk memaklumi kehidupan. Untuk angguk2 saja pada tingkahnya yang kadang seenaknya. Kehidupan layaknya seorang anak kecil. Kita yang dewasalah yang harus mengerti.
Lebih mengerikan dari pada patah hati.

Sunday, July 28, 2013

Cerita Kematian

Tak ada yang suka berbicara tentangnya...
Semua wajah berpaling dan buta tiba-tiba...
Hanya jumpa hampa ketika ucapkan namanya...
Kematian tercatat melekat dalam setiap takdir...
Paham atau tidak...
Tak ada yang pernah bertanya 
Karena kita hanya duduk diam menerima.

Awalnya ia hanya sosok asing yang hidup di kotak lain dunia.
Kematian hanya legenda belaka.
Tak ada yang pernah menceritakan siapa dia padaku.
Sampai ketika pertama kali kami bertemu aku menatap wajahnya ketika ia bahkan tidak bicara.
Bukankah ia hanya legenda? Lalu, ini siapa? Kematian itu bukannya hanya cerita? Bagaimana bisa ia mewujud nyata?

Kematian adalah bagian dari kehidupan, kata orang.
Kematian diciptakan sama kunonya dengan kelahiran.
Hanya saja ketika menjejakkan kaki ke tanah manusia, tak ada yang mau lebih mengenalnya karena ia ditakdirkan kelam. 
Andai aku sudah mengenalnya sejak dulu. Mungkin tidak akan ada rupa-rupa tanya.
Tapi kematian butuh waktu, butuh izin lebih untuk muncul.

Yang paling ditakutkan dari kematian adalah ketidaktahuan akan kematian itu sendiri, kata Albus Dumbledore dalam Harry Potter yang berarti adalah pemikiran JK. Rowling lebih tepatnya.
Itu pasti benar karena tak ada yang tahu apa cerita setelah kematian.
Lebih menakutkan lagi kehidupan yang bersanding dengan kematian daripada kematian itu sendiri.
Karena ia datang bersama kehampaan. 
Mahalnya saat-saat melihatmu duduk saja bernafas di ruang ini. Sulitnya menghadirkan jiwamu untukku buat cerita lagi. Kematian telah berkenalan. Mampir beberapa kali. Detik setelahnya adalah yang paling muram. 
Kujawab apa ketika mereka bertanya kau di mana?
Haruskah aku mengganti biasa dengan derita?
Duduk saja disitu, diam saja sudah lebih dari cukup. 
Mungkin itu kenapa tak pernah ada yang mau bercerita tentang si kematian pada anak-anak kecil yang otaknya warna-warni.

Tuesday, February 7, 2012

(Random) !

JUST EDITED MY BLOG SIZE

Saturday, December 10, 2011

Wednesday, July 20, 2011

(Random) Shoes and Bread

Hang out wif friends is the best!
Don't you think you?? :D
I found this cute shoes...




and nobody can ignore their stomach




It's really random. Sorry.

Wednesday, July 13, 2011

(Photo) Me and My Friends



Me and my Friends. Ona n Diena :)

(Random) It's Really It Is

Dear my friend...
It's really hard to say that I feel disappointed...
Not just because you are my friend, but it's all about the time we've been through till today...
I thought you knew me...
If you find something wrong with me, tell in front of me, not behind me.
That's why we're friend, rite?
I don't wanna waste the chance to believe you, to trust in you.
But, please come to me and say it!

(Photo) Another Me



Hahaha.. it's lil narcissist...
I post my own photo ><
I bought this t-shirt in Bali.

Monday, March 28, 2011

Random

I'M DONE WITH THE MID TEST!!!!
Thank God :)

Saturday, March 26, 2011

Computer Literacy

Or comlit! it is one of the subjects taught in English Department of Palangkaraya University.. (did I tell you that I'm studying there?) And tomorrow, we gonna have a test bout this subject...
I'm not expert on Ms. Excel so it's kinda difficult for me (How poor I am... hahahah)
I learn about Logical formula (=if...) vlookup and some of autosum...