Saturday, January 14, 2017

Awareness Due To Cyber Bullying! | Kesadaran Akan Cyber Bullying!

Helloww, it's me. Again. Moody and lazy blogger -- yeah, you know.

First let me say; "Merry Christmas and Happy New Year!" Yeay! Yeay! My blog would having its own 9th Anniversary! Can you imagine that? I've been here, chit-chat, for almost 9th year! -- I'm not a productive blogger but, well at least, I did some  random articles which means I don't have certain focus as a good blogger. I admit that. However, ten year is not a short of time as you can see from my very first odd post to this new one at 2017 -- which still odd actually! 

Dari anak SMA ingusan sampai seperempat abad dan tetap ingusan! Hah! Dari yang background 'alay-alay cetar' sampai sadar simplicity is elegant! Kenapa waktu tahun 2008'an kepikiran punya blog? Well, sebenarnya cuma supaya dibilang keren. Kalau ada yang nanya, "Kamu kenal blogger tiiiit gak?" dijawab, "Eh iya dong. Gue kan blogger jugak!" Blogger abal-abal. On and off dengan artikel yang kebanyakan curhat, random dan mungkin gak guna! Sowwyyy~

But just so you know, pernah suatu kali postingan di blog ini punya viewers hampir ratusan per day! Padahal isinya juga gak penting, but thank's to that thing, I am recognized! Dan sampai sekarang page itu adalah the highest page of all time! Kalau iseng mau tau ini linknya ~> click



First posting ever ~> click (See? Kenapa hurufnya besar dan kecil? Kenapa tanda komanya gitu amat? Saya juga GAK tau! So excuse it please dan gak usah dibahas! Okay? Belum bisa bahasa Inggris juga :D)




Sooo, apa pula nyambungnya ke judul di atas? 

Jadi beberapa hari yang lalu iseng buka facebook yang sudah tak terjamah banget, dibuka kalo mau nyindir orang atau sekedar memuaskan kekepoan -- bah!-- and I was scrolling down and when I accidentally found an article about one of my friends. Her name is written very clearly alongside to her profile picture. First, I thought that was her post, but later I saw it was shared by someone else. Salah satu teman facebook share postingan seseorang-- let's call her Bunga ( mainstream? Sengaja!) tentang isi personal chatnya dengan caption something like "beware of this case that could happen to you too! What case? Si Bunga ini dilabrak sama si Bintang gara si bunga kasih 'love' ke salah satu status suami si Bintang. Lengkap dengan beberapa kata dari si Bintang yang kurang enak bagi si Bunga tapi diladenin juga sama dia. Panjanglah isi chat'nya. Intinya si Bunga bela diri karena katanya dia sudah biasa kasih emoticon 'love' ke status siapa aja, cewek maupun cowok, dan bukan cuma dia yang kasih 'love' ke status si suami, tapi kenapa cuma dia yang dilabrak, and so on, and so on. 
Apa yang terjadi kemudian? Mudah ditebak, it goes viral. As always. People are commenting and judging as they're the judge of the trial. Meski ada kok beberapa yang kasih komentar bagus dan dewasa. Thumbs up!

Intinya adalah bukan ke betapa sepelenya masalah ini sampai harus dipermasalahkan sama si istri, tapi -- in my opinoin -- kepada tidak etisnya nama, lengkap dengan profil picture dan isi chat yang disebar. Betapa cepatnya kita, dengan jari-jari gendut ini menuliskan komentar-komentar, menekan tombol kirim secepat kilat tanpa pikir barang 5-10 detik at least tentang dampak tulisan kita 1-2 menit kemudian. Si Bunga yang pada awalnya mengklaim tidak ada niat apapun dengan 'love' yang dikasih tadi dan jauh banget dari kata ingin menghancurkan rumah tangga orang lain, tapi tanpa pertimbangan matang sharing personal message lengkap dengan nama dan identitas si Bintang tanpa repot-repot mau blur atau semacamnya secara tidak langsung membuktikan bahwa dia 'berpotensi' mengganggu rumah tangga orang lain. Tidak cukup dengan kasih penjelasan kenapa itu 'love' bisa mendarat di sana? Atau cukup share kronologis tanpa -- sekali lagi -- share identitas nama si Bintang supaya -- seperti niat awalnya -- mau kasih warning ke orang lain supaya bahkan kasih 'love' di media sosial bisa jadi masalah? 
Terus sebenarnya korbannya siapa? Dua-duanya korban. Si Bintang entah mungkin pernah 'trauma' dengan kasus 'love' di media sosial si suami? Who knows. Atau lagi ada masalah keluarga yang mungkin bikin dia gak bisa mikir jernih dan jadi overprotective, 'cause, trust me, a broken heart woman could be the best villain. 
Si Bunga? As she said she's not married yet, so it STILL could happen to you too! One day maybe there's something wrong with your marriage then you sign up to your husband account and find a younger girl give random 'love' to your husband's post and you go mad. You send her personal message and nagging then the girl post it back and capture your chat while you try to make your lil daughter sleep cause she's been ill the whole day. And your husband comeback home to find it's already gone viral and your marriage is bullied online by so many people who doesn't even read the whole caption. Mungkin aja. 
In conclusion to what I'm going to say is please be wiser in using your social media. It's not a new thing that media could possibly destroy a nation. Apalagi cuma rumah tangga. Think twice, three times, four times when you type anything by your finger and also learn to do what God says "Do not judge," for the people who are commenting.

Sowwy it's in bilingual and oddly written karena pada hakikatnya ngoceh itu paling 'ngena' kalau pake first language yah. Duh jadi panjang kan! Dah. Bhay!

ps: I'm no one to be concerned to such case, not because I know one of them, but because I've been in kinda same experience as I was bullied online. No one ask for my explanation, they just seems so happy judging. Something's wrong with this society. Something's wrong with this world.





Wednesday, December 14, 2016

Does Education Define Someone's Integrity, Ability?

Does it? Or it doesn't? I've seen a very humble person with no good official education, and otherwise. There's no certain standard to measure someone's integrity and ability based on their educational level. But why this society seems to like bowing down for someone with higher education? Just, why is that? This kind of system is error.

Cinta Si Penipu

Jangan percaya pada apapun yang ke mana-mana membawa label cinta, karena cinta adalah si penipu. Berusaha membuatmu percaya pada kilaunya, indahnya yang juga fatamorgana. Jauh-jauh dari cinta karena dia akan membuatmu sengsara. Terjebak dalam alam baka, tanpa cinta.

Sunday, May 1, 2016

#Random : Poem 1

pic source: pinterest

Terkadang merasa seperti dibenci. Bernafas untuk dibenci, tertawa untuk dibenci, melangkah untuk dibenci. Sempurna hanya ilusi jika kau mau tau. Kemarahan adalah pedang bermata dua; melukai dan melukai. Terkadang merasa seperti dibenci, bagaimana kalau mati?

Monday, February 1, 2016

UNSPOKEN TRUTH

Bagi banyak orang, yang tersulit adalah memulai. Yang tersulit adalah melangkah untuk pertama kali.
Bayangan ekspresi seperti apa yang harus digunakan, topeng yang mana. Kapan harus tertawa, tersenyum atau mungkin diam saja? Pertanyaan menggantung yang bahkan ragu harus dijawab atau tidak.
Aku dan kamu hanya fatamorgana. Tapi kupikir paling tidak kita bisa seperti angin. Tak berwujud dan tak berupa, tapi ada.
Terlalu banyak cerita yang harus kutelan lagi. Menggantung bagai daun layu terkulai. Segan hidup atau mati.
Aku dan kamu nyatanya hanya mitos. Kebohongan.