Fakta2 di dalam tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tpi untuk fakta sejarah, saiia usaha browsing nyari info. Tpi mian klu ada keganjilan ya.. intinya, happy reading aja^^
Cast :: Falianda Clara Ondubukey as Kim Hyeri
Melisa ‘melt’ lophaxia as Lee SoRa
Gisyana kartika as Seung won
Nishaa Primeshawol as choi serry
Four seasons
“ku sebut ini perasaan paling indah di dunia. Melihatmu dari sisiku terasa begitu luar biasa. Aku mengingatmu seperti bernapas. Sayangku,, bisakah kau melihatnya?”
**************
Part I :: At The Time
************
Seoul, Winter, 1895
Story of Lee SoRa
“Sora-sshi…ku mohon masuklah. Diluar dingin sekali…” ahjuma menyampirkan mantel ke pundakku.
“Sebentar lagi ahjuma…” aku mengelak.
Terlalu singkat jika pergi sekarang. Aku tidak ingin melewatkan saat ini. aku ingin melihatnya lebih lama. Kim Heechul. Murid paling cerdas di korea! Aku bertemu dengannya sejak kepindahanku ke negara yang baru saja dilanda perang ini.keadaan politik sangat kacau, sahabat bisa saja membunuhmu dari belakang.Ayahku yang seorang petinggi negara membawaku sekeluarga ke Eropa .pertama kali aku kembali menginjakkan kaki di tanah kelahiranku dan melihat dirinya. Seperti sihir, ia mengikat hatiku padanya. Begitu sulit berpaling dari mata hitamnya. Aish… pipiku memerah.
“Noona…” rengek ahjuma yg takut dimarahi ayah.
“Ne,,ne.. araseo ahjuma,, ayo kita pulang..” aku mengalah. Repot sekali bergerak dengan hanbok begini. Aku belum terbiasa.
“Noona..!” panggil seseorang.
Aku menoleh dan melihat kim heechul berlari ke arahku. Rambutnya melambai ringan.
********
Seoul, Spring, 1945
story of Seung Won
Air mataku sudah tumpah. Tak bisa kutahan. Zhou mi meraihku dan memelukku. Tubuhnya hangat dan wangi seperti yang selalu kuingat.
“Mianhe…” suaranya bergetar tertahan.
“Waeyo oppa??” tanyaku tak berharap mendapat jawaban apapun. dan memang, ia hanya diam lalu melepas pelukkannya. Zhou mi menatapku sesaat kemudian membuka kalung yang melilit lehernya selama ini, memakaikannya padaku.
“Saranghaeyo Seung Won…” wajahnya mendekat. Aku menutup mata dan merasakan harum nafasnya di hidungku tanpa batas lagi,”Jeongmal saranghae…”
Tiba2 aku terbangun. Tubuhku berkeringat. Ah mimpi itu lagi! Hampir setahun ini aku selalu memimpikan hal yang sama. Perpisahan dengan dirinya. Kenapa tak juga bisa kulupakan kejadian itu? Aku menatap gaun pernikahan bergaya Eropa tergantung angkuh di dinding sana.
“Seung Won…!” panggil umma dari luar,”Ada yang mencarimu…”
********
Seoul, Summer, 1991
Story of Kim HyeRi
“Ottoke HyeRi-aah? Hya..! apa kau mendengarku?” tanya jinki menatap langsung tepat ke mataku. Sial! Pipiku memerah. aku hanya mengangguk meski tak tahu apa2.
“Kau tidak mendengarku! Ayolah, beri saran. Apa aku harus mengatakan perasaanku padanya?”
Aku melepas earphone walkman dan mengangkat wajah dari komik yg kubaca.
Mulai lagi. Aku mengedikkan bahu tak peduli pada sahabatku sejak kecil ini. berhari2 ia merongrongku dengan pertanyaan yang sama.
“Kalau kau suka katakan saja. Aku tidak peduli…” kataku dan beranjak meninggalkannya.
“Hya! Kelinci gendut!” jinki memegang tanganku. Aish! Nama panggilan itu lagi! aku menghentak dan menatapnya tajam.
“Jangan sentuh aku!”desisku. entah sejak kapan aku tak suka ia terlalu dekat denganku secara fisik.
Jinki hanya nyengir,“Ayolahh…” ia menatapku serius. Sesuatu yang membuat jantungku berhenti berdetak sesaat.
“Tidak bisakah kau berhenti membicarakan cewek itu dan melihatku?” pikirku, tapi yang keluar hanyalah,”Aku tidak peduli…”
“Aku menyukaimu! Tidakkah kau lihat?!” jeritku dalam hati.
**********
Seoul, Autumn, 2010
Story of Choi Serry
“Hya!! Cewek pabo! Kemari kau!” kibum memberi isyarat dengan telunjuknya.
“Jangan panggil aku begitu!” bentakku tak kalah nyaring. Semua orang menoleh pada kami.
Kibum membalas dengan tersenyum jahil. Ia sengaja mempermalukanku kemudian tanpa merasa bersalah berjalan mendekatiku. Aku membuang muka.
“Serry-aahh..”Tubuhnya yang jauh lebih tinggi berdiri tepat dihadapanku, aku menatapnya marah. tanpa mempedulikan ratusan pasang mata yang menatap kami, ia menunduk dan mengecup keningku,”Saengil chukkaeyo jagiya…” bisiknya dan memasukkan sesuatu ke sakuku.
Aku mengerjap kaget. Tak bisa berpikir apa2.
“Hahaha..” kibum tertawa jahil melihat ekspresiku,”Jam 7 di taman malam ini. kalau terlambat, mati kau!” ancamnya lalu menjauh pergi.
Sial! Bisa-bisanya aku menyukai Devil guy seperti ini, hah????
**********
Part II :: And my heart is beating…
**********
Seoul, winter, 1895
Heart of Kim heechul
Tak peduli berapa kali pun aku menatap gadis bernama Lee SoRa ini otakku seperti teracuni merah pipinya yang bersemu sendu. Matanya malu-malu tapi ingin tahu. Terkadang ragu dan yakin disaat bersamaan. Kulitnya lebih bening dibanding butiran salju yang melekat di rambut hitam pekatnya sekarang. Apa ini pengaruh hidup di dunia Barat? Dunia yang tak pernah kujamah sama sekali.
“Anyeonghaseo Noona…” aku memberanikan diri menyapa Nona Besar ini.
Ia membungkuk sopan dan menatapku penasaran,”Heechul-ssi?”
“Ahh, cheosonghamnida… bisakah kita bicara sebentar?”
“Noona…” panggil ahjuma di sampingnya. SoRa memberi isyarat menyuruhnya menunggu.
“Ne.. tentu saja,” jawabnya dengan merdu seperti suara air yang mengalir.
“Ahh…” aku gugup,”Aku hanya ingin mengajakmu menonton opera malam ini,” tambahku melihat keningnya berkerut,”Kalau tidak bisa juga tidak apa2…”.
“Opera? Apa itu?” katanya dalam logat hangul yg pas2an.
“Opera. Pertunjukkan manusia di atas panggung…” jelasku.
“Ahh, I got it…” jawabnya dalam bahasa Barat,”Tentu saja…” ia mengangguk.
“Jinja??” tanyaku tak percaya…”Jam tujuh kalau begitu.” Aku pamit pergi. Tak bisa kusembunyikan kesenangan yang membuncah sekarang. Entah ia menyadarinya atau tidak.
********
Seoul, Spring, 1945
Heart of Zhou Mi
Udara sisa musim dingin ini begitu menusuk sampai ke dalam sepatuku, terasa semakin kejam karena aku berdiri diluar ruangan layaknya pengantar koran. Berbahaya memang di saat jaman perang seperti sekarang. Terkadang tanpa sadar aku seolah mendenger dentuman bom di ujung jalan sana.
“Seung won…” Panggilku menatap gadis di hadapan itu. Ia begitu banyak berubah sejak terakhir kami bertemu. Tulang pipinya naik. Bibir mungilnya terkatup rapat, namun tak mengurangi kecantikannya sama sekali. Hanya saja caranya menatapku. Seolah aku tembus pandang. Ia berhak, tentu saja.
“Zhou Mi-ssi…” ia mengangguk,”Tidak disangka bertemu denganmu lagi,” katanya dingin.
“Ne. annyeonghasimnika?” tanyaku basabasi.
“Seperti yang kau lihat,” jawabnya seadanya,”Lebih baik tanpamu…”
“Seung Won-ah. Aku datang menepati janji…”
“Terlambat!” ia berbalik . Aku menahannya.
“Jeongmal mianhe. Aku tidak mengira akan terlambat satu tahun. Tapi aku kembali ‘kan?”
Ia tak menjawabku, lalu menghela napas,”Aku akan menikah sebentar lagi…”
“Mwo?!” aku terkejut luar biasa,”Tapi kau masih terlalu muda untuk menikah…”
“Di jaman seperti ini, cepat2 memiliki keturunan adalah pilihan terbaik kalau kau tidak mau generasimu terhenti karena perang,”
“Hah!” aku mendesah,”Hanya itu alasanmu?”
“Ne… mau apalagi. Di banding kau yg tidak memberi penjelasan apapun padaku dan pergi begitu saja dua tahun lalu…”
“Aku tahu. Tapi apa kau tidak lihat bangsa kami di usir dari tanahmu?”
“Cih! Menjadikan masalah seperti itu alasan!”
Aku melepas tangannya,”Baiklah kalau kau memang lebih suka melihatku dibantai habis2an. Mungkin kau lebih senang…”
“Mungkin saja…” jawabnya sinis.
“Seung Won-aah! Dengar! Aku tidak tahu apa yg ada di pikiranmu sekarang, tapi kumohon. Jika kau memang masih mencintaiku, datanglah besok ke depan stasiun inceon. Pukul tujuh. Aku menunggmu.”
aku memakai lagi topi dan mantelku, pergi menembus pekat malam.
***********
Seoul, Autumn, 1991
heart of Lee Jinki
Aish! Aku benar2 bingung. HyeRi sama sekali tidak membantu. Selalu kata tak peduli yang ia katakan! Aku benar2 butuh saran sekarang. Gadisku tak kan lama menunggu. Aku begitu bingung dengan perasaan ini. haruskah kukatakan terus terang? Bagaimana kalau ia menolakku? Bukan apa2. Hanya saja—AKU BENAR2 BUTUH SARAN SEKARANG!
Sudah lama aku memperhatikannya. Seorang gadis sederhana yang terlihat indah di balik seragam sekolahnya. Menyebut namanya saja aku tak sanggup. Terlihat bodohkah? Mungkin saja. Tapi ini benar terjadi padaku…
HyeRi-aahh. Bukankah kau sahabatku? Kenapa kau lari disaat seperti ini??
Gadisku, bersabarlah. Mungkin agak lama. Tapi kuharap kau mengerti. Tunggu aku!
Tiba2 terlihat olehku dri kaca jendela. Itu dia—gadisku!
“Cari siapa?” HyeRi muncul dri pintu kelas di samping kelasku sambil menenteng komik di tangannya seperti biasa.
“Ahh… dia sudah pergi!” umpatku kecewa.
“Nugu?” hyeri berjingkat mencari2,”tidak ada siapa2…”
“Ada! Tadi aku melihatnya dari refleksi kaca jendela ini! masa kau tidak lihat?”
Ia menatap jendela yg kutunjuk,”Tidak ada! Dasar pabo!” hyeri memukul kepalaku dengan komiknya.
“Hya!” bentakku meraih tangannya. hyeri menepis lenganku kasar.
“Mianhe,” kataku,”Kelinci gendut… bantu aku malam ini yaa.. aku ingin membuat kejutan untuk gadis itu. Bantu aku yaa…” aku memelas meski tahu ia tak suka di panggil begitu.
Hyeri cemberut,”aku tidak mau!” tolaknya kasar.
“HyeRi-aahh.. ayolahh. kau cewek paling cantik di duniaa…” aku merayunya.
“Lebih daripada gadismu?”
“Umm,,” aku menggaruk kepala,,”Ituu…” aku belum sempat menjawab ketika ia menghentakkan kaki lalu masuk ke kelasnya tanpa mempedulikanku.
“Jam tujuh di Kedai biasa!” seruku.
**************
Seoul, Summer, 2010
Heart of Kibum
“Cincin permata? Kalung? Gelang? Aish… kenapa semua mahal…?” aku menggumam menatap lemari kaca yang dijaga seorang wanita muda, ia tersenyum geli mendengar perkataanku.
“cheosonghamnida…” aku membungkuk malu.
si cewek pabo itu suka apa yaaa? Sulit sekali memilih hadiah hanya untuk cewek begitu. Aku terkikik mengingat wajah bodohnya setiap kali kukerjai. Matanya pasti mengerjap dan pipinya menggembung menahan kesal. Hahaha! Lucu sekali, membuatku semakin ingin mengerjainya. Apalagi hari ketika dengan polosnya ia mengatakan suka padaku. Benar2 lucu! Dikiranya surat cinta masih berlaku di jaman seperti ini?? Ngomong2 surat cinta, apa ia sudah membaca surat yang kuberikan tadi pagi? Kuharap.
“Ah! Itu saja!” aku keluar dari toko perhiasan dan masuk ke etalase di sebelahnya.
“mini Handycam.,” pintaku pada si penjaga yg lalu mengeluarkan beberapa barang. Sial! MAHAL!! Ia merekomendasikan satu dengan harga,yah,lumayan terjangkau tapi bagus.
“Awas kalau kau tidak datang cewek pabo!” aku mengeluarkan credit card berisi seluruh tabunganku sebulan ini.
“Demi kau! Supaya tidak pabo lagi!” aku tertawa ketika kurasa rasa sakit itu muncul lagi. Menusuk tepat ke jantung. Aku bersandar di dinding. Kepalaku pening sekali. Ayolahh.. sedikit lagii…
**************
Part III :: The Title is Love
***************
Seoul, Winter, 1895
Story of Lee SoRa
Opera? Seperti apa itu di sini? Di eropa aku tidak begitu banyak bepergian. Sejak kecil selalu di awasi membuatku seperti dipingit. Bagitu banyak hal yang diatur dalam hidupku sampai aku tak bisa memilih sendiri. Berjalan dengan seorang laki2 pun aku tidak pernah. Malang sekali… tapi aku tak menyesalinya. Berapa tahun pun menunggu untuk saat ini aku tidak keberatan. Cinta pertama dan terakhirku ada di sini. Aku tidak ragu! Dan sebentar lagi kami akan bertemu!
Aku mengaduk isi lemari kayuku, mencari pakaian yg cocok. hanbok2 ini tampak terlalu wah hanya untuk jalan2. Ottoke? Aku harus bagaimana?
“Noona…” ahjuma muncul,”Tuan memanggil Anda…”
“Waeyo?” tiba2 perasaanku benar2 buruk melihat ekspresi wajahnya.
Aku segera ke ruang utama ketika kulihat tempat itu di penuhi orang2 yg tak kukenal. Ayah memanggilku. Wajahnya pucat pasi. Keringat mengalir ke dahinya yang berkerut keras.
“SoRa-ah, dengarkan Appa. Kembalilah ke eropa malam ini juga… Larilah bersama umma-mu…”
Aku sangat terkejut,”Waeyo appa?”
Appa menggeleng pahit,”Lakukan saja! Tak ada waktu. Rakyat akan menyerang ke rumah ini sebentar lagi…”
“Appa, kau menakutiku..”
“Tenang saja. Appa sudah mengumpulkan orang2 yg bersedia membantu. Dan, ingatlah Sora. Apapun yang orang2 katakan diluar, semua itu tidak benar. Kau percaya appa tidak akan melakukan sesuatu yang merugikan negara kita kan?”
Aku mulai menangis. Appa menghapus air mata di pipiku dan memelukku begitu erat,”Kalau masalah sudah selesai appa akan menjemput kalian di sana,” ia melepaskan giok yg menggantung di dadanya dan menyerahkan ke tanganku.
Belum sempat aku mengatakan apa2 umma sudah menarikku ke kamar dan menghambur meraup sembarang baju.
Aku teringat sesuatu. Kim heechul! Bagaimana janjiku malam ini? aku mengambil kertas di bawah laci dan menulis dengan tergesa2 sewaktu suara gemuruh ramai terdengar dari luar. Rakyat sudah di depan gerbang.
“Ahjumma tolong berikan ini padanya,” kataku terburu2 naik ke atas kereta kuda. Ahjuma mengangguk mengerti,”Kamsahamnida ahjuma..” aku membungkuk pada ahjuma yg menangis melambai padaku.
**********
Seoul, Spring, 1945
Story of Seung Won
Aku menatap punggungnya yg menghilang di balik malam. kau datang sayang? Benar2 datang! Aku tidak bermimpi lagikan? Tubuhmulah yg tadi memelukku hangat? Iya kan? Kakiku lemas. Aku terduduk di lantai. Air mataku mengalir deras tak terkendali. Kerinduan ini begitu dalam sampai terasa sakit menyesak. Zhou Mi-ku sudah datang. Mengapakah aku harus menangis dan mengelaknya?
Aku sangat ingin memeluknya lebih lama hanya untuk memastika ia nyata! Tapi aku tidak bisa. Terlambat. Aku akan menikah besok, meski satu2nya hatiku sudah ku berikan padamu. Aku tak bisa apa2. Mianhe Zhou Mi. Aku menggenggam butiran kalung darinya yang masih kupakai. Aku berharap di kehidupan selanjutnya kita bisa bersama.
**************
Seoul, Summer, 1991
Story of Kim HyeRi
“Gadis? Gadis? Cih! Menggelikan!” umpatku menatap kesal jinki di ujung pintu.
Sebegitukah gadis itu? Apa ia lebih baik dariku sampai jinki lupa kalau hari ini jadwal kami mengembalikan komik?
“Aish! Kenapa aku ini?” aku mengacak rambutku. Benar2 tak tahan melihat ia begitu. Jinki berubah gara2 cewek itu! Ia bukan sahabatku lagi! Aku hanya ingin menangis sekarang. Sejujurnya aku tak siap ditinggalkan secepat ini. aku ingin ia selalu ada untukku. Aku egois sekali ya?
Haruskah aku membantunya? Tapi bagaimana dengan hatiku? Aku tak bisa lebih lama lagi bersembunyi di balik topeng ini. pura2 tak peduli disaat aku benar2 peduli. Kau tahu? Rasanya sakit sekali…
**********
Seoul, Autumn, 2010
Story of Choi Serry
“Hei cewek bodoh!—hahaha—mianheyo. Tanganku terlalu gugup untuk menulis namamu. Choi Serry ‘kan? Choi serry dengan pipi gembung. Ups! Maap lagi!XDD… aku tidak ahli menulis kata2 romantis. Jadi langsung saja ya. Datanglah ke taman bermain malam ini. aku menunggumu tepat di bawah menara jam. Aku punya sesuatu yg ingin kukatakan…” aku memicingkan mata membaca kalimat terakhir, ditulis dengan hurup sangat kecil,”—with love, Kibum^^”
“Hahaha! Cowok pabo!” seruku.
“Mwo?” pak guru menatapku.
Aku menggeleng dan kembali mengerjakan soal remidi di atas meja. Sial! Aku lupa hari ini detensi gara2 nilai matematikaku yg skak mat. pukul 18.08. aku janji jam 7. Tapi dri 50 soal, baru sekitar 15 yg bisa kujawab. itu pun kalau benar. Aku melirik pak guru yg sedang melamun dihadapanku.
********
********
Part IV :: Love’s Way
*******
Seoul, Winter, 1895
heart of Kim Heechul
Dingin sekali. Aku berjingkat mencari2 sora-ssi. Sudah hampir pukul 7 malam. tak kurasakan kehadiraanya. Apa ia akan datang? Atau ia tersesat? Pikiran2 bodoh bermunculan di otakku ketika kudengar pengumuman opera hari ini dibatalkan. Terjadi penyerangan lagi!
“Kudengar rumah keluarga bangsawan lee di serang rakyat! Ia ketahuan melakukan penipuan uang istana!” kata seorang pria paruh baya.
Aku mencegatnya,”Bangsawan Lee? Benarkan itu ahjussi?”
Ia mengangguk. Tanpa berpikir panjang aku langsung beranjak pergi ke rumah Sora-ssi. Di sana rakyat sudah berkumpul membawa obor di tangan masing2. Mereka mencoba mendobrak masuk dan berhasil. Gerbang kayu itu tumbang. Dengan beringas mereka menghambur menghancurkan apa yg ada.
“Sora-ssi!” aku berlari ke gedung utama. Tak ada siapa2.
“Tuan.” Seseorang menepuk punggungku, “Ahjuma!”
“Ini dari noona. Ia memintaku memberinya padamu..”katanya lalu buru2 pergi.
Aku membuka lipatan kertas tipis itu. Terlihat ditulis dengan sangat tergesa2. Aku membacanya cepat dan sangat terkejut. Tidak mungkin!
***************
Seoul, Spring, 1945
Heart of Zhou Mi
Belum terbiasa dengan cuaca tak menentu ini Aku mengeratkan mantelku. di luar hujan deras. Aku menatap murung jarum arloji yg menunjuk pukul 18.32. Tak ada tanda2 keberadaan Seung Won. Aku akan menunggu seperti cowok2 bodoh dalam novel romance. Seung won tak akan datang karena ia menikah hari ini. aku tahu, tapi tetap tak bergeming menyaksikan org lalulalang di stasiun ini hingga pukul 7 tepat.
Asap mulai mengepul dari cerobong kereta yg akan segera berangkat.Tampaknya kami memang tak berjodoh di kehidupan kali ini. mungkin di generasi selanjutnya. Aku menyerah dan mengangkat koper ke pintu gerbang kereta. Kami tak akan pernah bertemu selamanya. Aku takkan kembali lagi.
“BRUUKK!!” seorang laki2 yg tampak terburu2 menabrakku. Ia mengedarkan pandangan panik mencari2. Tak menemukan apapun, ia lalu turun lagi dan menghilang di kerumunan orang2.
Semua kompartemen penuh. Aku berjalan ke gerbong paling ujung ketika seseorang mengetuk salah satu jendela yg kulewati…
*******
Seoul, summer, 1991
Heart of Lee Jinki
Di kedai teh…
“Hmm..Apa yg kurang?” aku mengamati ruangan yg sudah kutata seharian. melihatnya membuatku teringat si gadis. Apa tak berlebihan semua kejutan ini?
huaah! Uangku pun terkuras habis untuk menyewa. tak apalah! Demi dirinya. Tapi HyeRi belum juga datang. Apa ia benar2 niat mau membantuku? Aish~kenapa kelinci gendut itu begitu sulit dimintai bantuan? Ia berubah beberapa hari ini.
Jam digitalku berbunyi. Lima belas menit lagi menuju pukul 7. Aku semakin gugup bertemu dengan gadisku! Dan, HyeRi-aah! Kau bukan sahabatku lagi!
******
Seoul, Autumn, 2010
Heart of Kim Kibum
Kenapa harus banyak orang di tempat ini padahal bukan akhir pekan? Merepotkan saja! Aku menatap geli kotak kecil ditanganku. Sampulnya merah hati kekanak2an. Benar2 mirip cewek pabo itu. Ngomong2 cewek pabo, DI MANA DIA SEKARANG??? Berani2nya membuatku menunggu? Dia pikir siapa dirinya?
“Ayolah…” aku melirik cemas ponselku. Berkali2 mencoba menghubunginya, tapi hanya si tante cerewet itu yg mengabarkan ponselnya tidak aktip. Apa ia sengaja mengerjaiku? Jangan2 ia menganggapku tidak serius?
“RRrrrr…” ponselku bergetar, aku menekan layarnya.
“Sebentar lagi noona…” kataku menjawab omelan yg memberondong dri ujung telepon,”Dua puluh menit? Anio… lima belas…? Oke! Sepuluh!” ia menutup kasar pembicaraan.
“Serry-ahh. Aku berjanji tidak akan memanggilmu pabo lagi jika kau datang kali ini saja…”
**********
Part V :: The End of Endless Story
**********
Seoul, Winter, 1895
Lee SoRa&Kim Heechul
Kim Heechul berlari menghambur ke dalam rumahnya dan menyambar sembarang benda yg bisa dibawa. Ia mengetuk pintu rumah tetanggnya tergesa2. Seorang laki2 paruh baya keluar.
“Ahjussi, aku titip rumahku. Tidak tahu kapan kembali. Tapi aku pasti kembali!”katanya cepat dan memeluk si pria tua yg kebingungan.
Di lain tempat…
“Sebentar umma, kumohon…” SoRa memelas pada ummanya.
“kita tak punya byk waktu. Lihatlah, air bahkan hampir beku…” jawab umma.
“Ia pasti datang…” Sora berdoa sewaktu dilihatnya org yg dimaksud.
“Kau datang!”
“Tentu saja!” kata Heechul dibantu sora naik ke atas kapal,”Meski sulit sekali membaca tulisan hangulmu,” ejeknya membuat sora tersenyum malu.
“Tapi…bagaimana dengan keluargamu..?”
“I’m free,” heechul meniru sora,”Aku sebatang kara, tak punya siapapun…”
Sora menarik napas lega dan tanpa pikir panjang memeluknya sampai heecul hampir terjengkal.
Mereka pun berlayar ke eropa. Bangsawan lee terbukti tidak bersalah, sehingga mereka kembali ke korea beberapa tahun kemudian membawa seorang balita bernama Kim HeeRa.
Lee SoRa&Kim Heechul :: THE END
*****
Seoul, Spring, 1945
Seung won duduk di ujung tempat tidur menatap kosong gaun pernikahannya. Matanya sembab habis menangis. Ia membelai benda dengan tangan kanan, sementara yg lain menggenggam untaian kalung bermata saphire.
“Mianhe… semua orang berhak bahagia ‘kan?” katanya bangkit berdiri dan mengambil mantel di balik pintu.
Seung won kabur ke stasiun. Terlalu cepat beberapa jam. Ia menghabiskan waktu dan masuk ke salah satu kompartemen. Hampir tertidur karena bosan, seung won terkaget melihat mantan tunangannya naik ke gerbong tempatnya berada, menabrak Zhou mi yg terlihat kebingungan. Lelaki itu mengedarkan pandangan mencari. Seung won menyurukkan kepala bersembunyi dan lega ketika ia sudah pergi. Seung won hampir kehilangan zhou mi ketika dilihatnya cowok itu melintas di depan jendela kompatemenya. Seung won mengetuk.
“Lama sekali…” katanya pada Zhou mi.
“Seung won-ahh! Kau…!”
Seung won menarik tangan zhou mi masuk.
“Kupikir 19tahun terlalu muda untuk menikah,” jelasnya enteng.
Zhou mi masih tidak bisa percaya, ia berusaha mengendalikan diri mengingat kenekatan cewek ini,”Kalau begitu kubuang saja ini,” dikeluarkannya sekotak cincin indah.
“Andwe!” Sambar seung won,”untukku saja!”
Zhou mi tertawa.
“Apa di cina ada kimchi?”tanya seung won.
“Wae? Kau suka sekali kimchi!” zhou mi mengacak rambut kekasihnya.
Seung Won&Zhou Mi:: THE END
*****
Seoul, Summer, 1991
Kim HyeRi&……..
Hyeri membolakbalik komiknya di halaman yg sama selama setengah jam. Ia tak bisa berkonsentrasi.
“Bip…bip…”pagernya berbunyi. Satu pesan.
“HyeRi-ahh. Ke mana saja kau? Aku menunggumu. Cepatlah bantu aku!—Jinki.”
Hye ri menghela napas dalam. Haruskah aku menemuinya dan melihat gadis itu?
“Bagaimana denganku? Apa hatiku tidak penting? Apa rasa ini memang harus mati?” hye ri tak menyadari sebentuk sungai kecil mengaliri mungilnya,”Tuhan, kenapa hidupku tidak bisa semudah cerita komik ini??”
Di kedai…
Jinki bersandar gelisah di depan pintu.
“HyeRi-ah!” sapanya senang melihat cewek itu akhirnya muncul juga. Matanya sembab, tapi jinki pura2 tak menyadarinya,”Cepat bantu aku! Aku tidak bisa melakukannya tanpamu…” jinki menarik tangan hyeri.
Seperti biasa, hyeri berkelit. Hanya saja, kali ini jinki tidak berniat melepaskannya.
“Cepat katakan saja apa yg perlu kubantu…”
“aku hanya ingin kau bertemu dengan gadisku. Ia sudah menunggu di dalam…”
HyeRi berdecak,”Hanya itu? Bertemu? Aku tidak mau. Aku punya banyak urusan yg lebih penting..”
“Kumohon. Terakhir kali sebagai sahabat…” katanya memandang hyeri.
Hye ri mengalah dan menurut saja jinki menuntunnya masuk.
“Perkenalkan, gadisku…” tunjuknya.
HyeRi mengangkat kepala. Ia tak bisa percaya . Seperti sedang bercermin ia melihat Puluhan sketsa wajah mirip dirinya terpajang rapi sepanjang dinding.
“chogii.. na?” hyeri menunjuk dirinya.
“Entahlah,” jinki mengedikkan bahu,”Mungkin saja. Kebetulan namanya juga kim hyeri…” jawab jinki lalu tertawa,”Aku sudah bilang ini permintaan terakhirku sebagai sahabat, karena setelah ini, aku tidak berpikir jadi sahabat pilihan bagus… ottoke hyeri-ah? Apa kau setuju?”
Hyeri tak menjawab. Jinki menariknya ke satu2nya meja di ruangan itu,”Aku juga membuat ini! komik tentang kelinci gendut! Lihatlah…”
Hye ri maju lebih dekat ke benda yg ditunjuk. Wajahnya hanya berjarak dua senti dri permukaan meja ketika tanpa peringatan jinki merengkuh kepalanya dan mengecup hangat kening cewek itu tepat diantara kedua alisnya.
“Saranghae, kim hyeri…” bisiknya dan tersenyum hangat.
Cewek itu hanya melongo.
“Hya! Katakan sesuatu…”
Bukannya menjawab, hyeri menangis.
“Hei-hei, jangan menangis. Kau tidak perlu menjawabnya sekarang. Pikirkan saja dulu…”
HyeRi malah menangis semakin keras membuat Jinki panik. Tapi kemudian ia mengangguk.
“Mwo? Jadi kau setuju?” tanya jinki tak percaya.
“N-ne…” jawab hyeri sesegukan.
“Hahaha…!” jinki tertawa meledak.
Kim HyeRi & Lee Jinki :: THE END
*************
Seoul, autumn, 2010
Choi Serry & Kim Kibum
Serry berlari sekencang mungkin melawan arus kerumunan orang 2. Ia tak sempat ganti baju. Dari sekolah langsung menuju taman bermain.
“Gawat! Terlambat setengah jam!” ia terengah.
Serry sempat tersesat, lupa di mana letak menara jam sampai akhirnya ia menemukannya. Gadis itu membungkuk mengatur napas. Kakinya lemas menyadari ternyata tempat itu sudah kosong melompong. Kibum tidak ada di manapun.
“Kibum-aahh…” ia berbisik kecewa,”Kenapa kau begitu egois? Pertama kalinya aku terlambat dan kau bahkan tidak mau menunggu?”
Serry terduduk di sisi menara. Membenamkan wajahnya yg menangis.
“dari pertama, selalu aku yg menunggumu. Kau bahkan tidak pernah balas mengatakan menyukaiku. Atau sebenarnya memang tidak?”
Telapak tangannya menyentuh sesuatu. Kotak kecil bersampul merah hati bertulis namanya. Serry mengusap wajahnya dan membuka benda itu. Ia menemukan sebuah mini handycam, menekan tombol power dan play.
“Anyeong serry-ahh. ..”Kibum muncul di layar, ia merekam dirinya sendiri,”ketika kau melihat ini, mungkin aku sudah tidak ada di korea. Aku akan pergi untuk melakukan pengobatan. Doakan aku berhasil yaa..” ia tersenyum,”Si bodoh ini sudah terbenam sejak kecil dikepalaku, dan entah kenapa akhir2 ini ia jadi sering muncul. Dokter bilang aku harus melakukan sesuatu, jadi mereka mengirimku ke amerika… dan serry-ahh," kibum menarik napas,"-- mianheyo, tidak banyak kebahagiaan yg sanggup kuberikan selama ini. aku sering mengecewakanmu. Terlambat di setiap janji, mengerjaimu, dan banyak hal lain. Dan untuk ulang tahunmu Aku hanya bisa membuat sebuah lagu untukmu,,” ia tampak menghilang, sedetik kemudian muncul dengan gitar di tangannya,”dengarkan ya…” terdengar lagu akustik mengalun selama beberapa menit, serry tak sanggup menahan laju air matanya,” aku tahu aku terlihat keren. Hahaha… rekamlah semua kegiatanmu selama aku tidak ada dengan benda ini. aku Pasti kembali! Tunggu aku ya… dan… dengarkan baik2. Aku hanya mengatakannya sekali …” kibum memperbaiki letak duduknya,”Saranghaeyo Choi Serry…” ia tersenyum dan video itu berakhir.
Serry bangkit berdiri dan memasukkan handycam itu ke dalam tas sekolahnya. Ia berlari dan menyetop taksi pertama yg muncul.
“Bandara Incheon!” katanya.
Tempat itu lumayan ramai dengan turis2 yg baru saja tiba. Serry berlari ke bagian penerbangan luar negeri. Terlalu luas! Ia tak bisa menemukan kibum di manapun. Ponselnya kehabisan baterai. Serry hampir putus asa ketika dilihatnya cowok itu berjalan melewati portal sebening air.
“Kibum-aah!” teriak serry tidak memperdulikan sekitar.
Kibum menolah dan terkejut melihatnya. Tapi ia sudah terlajur masuk dan etalase tertutup selain untuk penumpang. Serry berlari ke arahnya. Kibum memberitahu agar ia berdiri di sisi sebelahnya. Mereka berhadapan terhalangi kaca sebening embun itu.
Serry tidak lagi berniat menyembunyikan air matanya.
kibum mengetuk dan menulis,”Jangan menangis…” tapi justru membuat gadis itu semakin tersedu.
Kibum menggaruk kepalanya bingung dan menggores dinding itu lagi,”Aku pasti kembali…”
Serry mengangguk. Kibum tersenyum memberi isyarat agar serry mendekat. Ia menunduk dan mengecup tepat di mana bibir serry seharusnya berada.
”Saranghae,” tulisnya dan melambai pergi.
Choi Serry & Kim Kibum :: The End
************
EPILOG
Seoul, 2027
YooNe menutup buku tua yang ditemukannya di laci beberapa hari lalu. Benda paling asing yg pernah ia lihat. Jadi dengan ini orang2 jaman dulu mengabadikan kisah mereka? Ia mengangguk.
“Cinta, satu diantara sedikit hal yg masih tersisa ketika bumi mulai menua…” ia membaca kalimat terakhir.
Akankah kisahku berakhir indah juga? Batinnya.
“Apa itu?” taemin muncul dari belakang.
“Bukankah kau yg menaruh di laciku?” tanya Yoone pada kekasihnya.
“Aniyo…” taemin menggeleng.
“Jadi, siapa…?”
“Entahlah…” taemin mengangkat bahu.
Tidak mungkin! Yoone semakin bingung.
“Ayo kita cari makan. Aku lapar,” ajak taemin padanya.
Yoone mengangguk masih dalam kebingungan.
=THE END=
selesai juga,, hehe
Showing posts with label Taemin. Show all posts
Showing posts with label Taemin. Show all posts
Friday, November 15, 2013
Wednesday, January 13, 2010
SHINee's New Pic
100109 White Winter Love Concert
mian cuma ngpot pic..
tetep enjoy yaaa^^
cr :: soompi
full cr :: SHINeeingbook
Tuesday, January 12, 2010
(Random) Kaki Taemin Bahkan Lebih Kecil daripada Go Hara Karra?
Joking di antara para netizen..
Mereka bilang kaki taemin keliatan kecil banget..
Bukannya 'small' tapi bener2 'skinny'..
Bahkan ada yang nulis kaki taemin lebih kecil daripada Go Hara Karra diliat waktu acara MBC Gayo Daejun 2009..
Ckckck..
Ada-ada aja..XD
kemaren2 dibilang mukanya bahkan lebih kecil daripada cewek?
So,shawol.. What do you think?
S:eris2@popseoul
eng-indo:: shineeingbook
hunting by: dailyme19
Mereka bilang kaki taemin keliatan kecil banget..
Bukannya 'small' tapi bener2 'skinny'..
Bahkan ada yang nulis kaki taemin lebih kecil daripada Go Hara Karra diliat waktu acara MBC Gayo Daejun 2009..
Ckckck..
Ada-ada aja..XD
kemaren2 dibilang mukanya bahkan lebih kecil daripada cewek?
So,shawol.. What do you think?
S:eris2@popseoul
eng-indo:: shineeingbook
hunting by: dailyme19
Labels:
Go Hara,
Karra,
MBC Gayo Daejun,
Shinee,
Taemin,
Taemin fun fact
Monday, January 11, 2010
Taemin update me2day
Sekarang tiba saatnya member SHINee fav saya Lee Taemin ngepost sesuatu di me2day nya tanggal 11januari ini..
Gag pernah panjang emang..
Tapi lumayanlah..
Taemin nulis ::
"Hey everyone~ I will take all of your luck that you got from the new year!^^;;;~hehe"
gag lupa pake icon senyum..
Khas taemin bgt.. XD
S:me2day tranlation by omona_prection
cr:kpoprants
hunting by: shineeingbook
Gag pernah panjang emang..
Tapi lumayanlah..
Taemin nulis ::
"Hey everyone~ I will take all of your luck that you got from the new year!^^;;;~hehe"
gag lupa pake icon senyum..
Khas taemin bgt.. XD
S:me2day tranlation by omona_prection
cr:kpoprants
hunting by: shineeingbook
Labels:
Shinee,
Taemin,
Taemin me2day update,
Taemin news
Wednesday, December 30, 2009
FF (OneShoot) Four Seasons
Fakta2 di dalam tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tpi untuk fakta sejarah, saiia usaha browsing nyari info. Tpi mian klu ada keganjilan ya.. intinya, happy reading aja^^
Cast :: Falianda Clara Ondubukey as Kim Hyeri
Melisa ‘melt’ lophaxia as Lee SoRa
Gisyana kartika as Seung won
Nishaa Primeshawol as choi serry
Four seasons
“ku sebut ini perasaan paling indah di dunia. Melihatmu dari sisiku terasa begitu luar biasa. Aku mengingatmu seperti bernapas. Sayangku,, bisakah kau melihatnya?”
**************
Part I :: At The Time
************
Seoul, Winter, 1895
Story of Lee SoRa
“Sora-sshi…ku mohon masuklah. Diluar dingin sekali…” ahjuma menyampirkan mantel ke pundakku.
“Sebentar lagi ahjuma…” aku mengelak.
Terlalu singkat jika pergi sekarang. Aku tidak ingin melewatkan saat ini. aku ingin melihatnya lebih lama. Kim Heechul. Murid paling cerdas di korea! Aku bertemu dengannya sejak kepindahanku ke negara yang baru saja dilanda perang ini.keadaan politik sangat kacau, sahabat bisa saja membunuhmu dari belakang.Ayahku yang seorang petinggi negara membawaku sekeluarga ke Eropa .pertama kali aku kembali menginjakkan kaki di tanah kelahiranku dan melihat dirinya. Seperti sihir, ia mengikat hatiku padanya. Begitu sulit berpaling dari mata hitamnya. Aish… pipiku memerah.
“Noona…” rengek ahjuma yg takut dimarahi ayah.
“Ne,,ne.. araseo ahjuma,, ayo kita pulang..” aku mengalah. Repot sekali bergerak dengan hanbok begini. Aku belum terbiasa.
“Noona..!” panggil seseorang.
Aku menoleh dan melihat kim heechul berlari ke arahku. Rambutnya melambai ringan.
********
Seoul, Spring, 1945
story of Seung Won
Air mataku sudah tumpah. Tak bisa kutahan. Zhou mi meraihku dan memelukku. Tubuhnya hangat dan wangi seperti yang selalu kuingat.
“Mianhe…” suaranya bergetar tertahan.
“Waeyo oppa??” tanyaku tak berharap mendapat jawaban apapun. dan memang, ia hanya diam lalu melepas pelukkannya. Zhou mi menatapku sesaat kemudian membuka kalung yang melilit lehernya selama ini, memakaikannya padaku.
“Saranghaeyo Seung Won…” wajahnya mendekat. Aku menutup mata dan merasakan harum nafasnya di hidungku tanpa batas lagi,”Jeongmal saranghae…”
Tiba2 aku terbangun. Tubuhku berkeringat. Ah mimpi itu lagi! Hampir setahun ini aku selalu memimpikan hal yang sama. Perpisahan dengan dirinya. Kenapa tak juga bisa kulupakan kejadian itu? Aku menatap gaun pernikahan bergaya Eropa tergantung angkuh di dinding sana.
“Seung Won…!” panggil umma dari luar,”Ada yang mencarimu…”
********
Seoul, Summer, 1991
Story of Kim HyeRi
“Ottoke HyeRi-aah? Hya..! apa kau mendengarku?” tanya jinki menatap langsung tepat ke mataku. Sial! Pipiku memerah. aku hanya mengangguk meski tak tahu apa2.
“Kau tidak mendengarku! Ayolah, beri saran. Apa aku harus mengatakan perasaanku padanya?”
Aku melepas earphone walkman dan mengangkat wajah dari komik yg kubaca.
Mulai lagi. Aku mengedikkan bahu tak peduli pada sahabatku sejak kecil ini. berhari2 ia merongrongku dengan pertanyaan yang sama.
“Kalau kau suka katakan saja. Aku tidak peduli…” kataku dan beranjak meninggalkannya.
“Hya! Kelinci gendut!” jinki memegang tanganku. Aish! Nama panggilan itu lagi! aku menghentak dan menatapnya tajam.
“Jangan sentuh aku!”desisku. entah sejak kapan aku tak suka ia terlalu dekat denganku secara fisik.
Jinki hanya nyengir,“Ayolahh…” ia menatapku serius. Sesuatu yang membuat jantungku berhenti berdetak sesaat.
“Tidak bisakah kau berhenti membicarakan cewek itu dan melihatku?” pikirku, tapi yang keluar hanyalah,”Aku tidak peduli…”
“Aku menyukaimu! Tidakkah kau lihat?!” jeritku dalam hati.
**********
Seoul, Autumn, 2010
Story of Choi Serry
“Hya!! Cewek pabo! Kemari kau!” kibum memberi isyarat dengan telunjuknya.
“Jangan panggil aku begitu!” bentakku tak kalah nyaring. Semua orang menoleh pada kami.
Kibum membalas dengan tersenyum jahil. Ia sengaja mempermalukanku kemudian tanpa merasa bersalah berjalan mendekatiku. Aku membuang muka.
“Serry-aahh..”Tubuhnya yang jauh lebih tinggi berdiri tepat dihadapanku, aku menatapnya marah. tanpa mempedulikan ratusan pasang mata yang menatap kami, ia menunduk dan mengecup keningku,”Saengil chukkaeyo jagiya…” bisiknya dan memasukkan sesuatu ke sakuku.
Aku mengerjap kaget. Tak bisa berpikir apa2.
“Hahaha..” kibum tertawa jahil melihat ekspresiku,”Jam 7 di taman malam ini. kalau terlambat, mati kau!” ancamnya lalu menjauh pergi.
Sial! Bisa-bisanya aku menyukai Devil guy seperti ini, hah????
**********
Part II :: And my heart is beating…
**********
Seoul, winter, 1895
Heart of Kim heechul
Tak peduli berapa kali pun aku menatap gadis bernama Lee SoRa ini otakku seperti teracuni merah pipinya yang bersemu sendu. Matanya malu-malu tapi ingin tahu. Terkadang ragu dan yakin disaat bersamaan. Kulitnya lebih bening dibanding butiran salju yang melekat di rambut hitam pekatnya sekarang. Apa ini pengaruh hidup di dunia Barat? Dunia yang tak pernah kujamah sama sekali.
“Anyeonghaseo Noona…” aku memberanikan diri menyapa Nona Besar ini.
Ia membungkuk sopan dan menatapku penasaran,”Heechul-ssi?”
“Ahh, cheosonghamnida… bisakah kita bicara sebentar?”
“Noona…” panggil ahjuma di sampingnya. SoRa memberi isyarat menyuruhnya menunggu.
“Ne.. tentu saja,” jawabnya dengan merdu seperti suara air yang mengalir.
“Ahh…” aku gugup,”Aku hanya ingin mengajakmu menonton opera malam ini,” tambahku melihat keningnya berkerut,”Kalau tidak bisa juga tidak apa2…”.
“Opera? Apa itu?” katanya dalam logat hangul yg pas2an.
“Opera. Pertunjukkan manusia di atas panggung…” jelasku.
“Ahh, I got it…” jawabnya dalam bahasa Barat,”Tentu saja…” ia mengangguk.
“Jinja??” tanyaku tak percaya…”Jam tujuh kalau begitu.” Aku pamit pergi. Tak bisa kusembunyikan kesenangan yang membuncah sekarang. Entah ia menyadarinya atau tidak.
********
Seoul, Spring, 1945
Heart of Zhou Mi
Udara sisa musim dingin ini begitu menusuk sampai ke dalam sepatuku, terasa semakin kejam karena aku berdiri diluar ruangan layaknya pengantar koran. Berbahaya memang di saat jaman perang seperti sekarang. Terkadang tanpa sadar aku seolah mendenger dentuman bom di ujung jalan sana.
“Seung won…” Panggilku menatap gadis di hadapan itu. Ia begitu banyak berubah sejak terakhir kami bertemu. Tulang pipinya naik. Bibir mungilnya terkatup rapat, namun tak mengurangi kecantikannya sama sekali. Hanya saja caranya menatapku. Seolah aku tembus pandang. Ia berhak, tentu saja.
“Zhou Mi-ssi…” ia mengangguk,”Tidak disangka bertemu denganmu lagi,” katanya dingin.
“Ne. annyeonghasimnika?” tanyaku basabasi.
“Seperti yang kau lihat,” jawabnya seadanya,”Lebih baik tanpamu…”
“Seung Won-ah. Aku datang menepati janji…”
“Terlambat!” ia berbalik . Aku menahannya.
“Jeongmal mianhe. Aku tidak mengira akan terlambat satu tahun. Tapi aku kembali ‘kan?”
Ia tak menjawabku, lalu menghela napas,”Aku akan menikah sebentar lagi…”
“Mwo?!” aku terkejut luar biasa,”Tapi kau masih terlalu muda untuk menikah…”
“Di jaman seperti ini, cepat2 memiliki keturunan adalah pilihan terbaik kalau kau tidak mau generasimu terhenti karena perang,”
“Hah!” aku mendesah,”Hanya itu alasanmu?”
“Ne… mau apalagi. Di banding kau yg tidak memberi penjelasan apapun padaku dan pergi begitu saja dua tahun lalu…”
“Aku tahu. Tapi apa kau tidak lihat bangsa kami di usir dari tanahmu?”
“Cih! Menjadikan masalah seperti itu alasan!”
Aku melepas tangannya,”Baiklah kalau kau memang lebih suka melihatku dibantai habis2an. Mungkin kau lebih senang…”
“Mungkin saja…” jawabnya sinis.
“Seung Won-aah! Dengar! Aku tidak tahu apa yg ada di pikiranmu sekarang, tapi kumohon. Jika kau memang masih mencintaiku, datanglah besok ke depan stasiun inceon. Pukul tujuh. Aku menunggmu.”
aku memakai lagi topi dan mantelku, pergi menembus pekat malam.
***********
Seoul, Autumn, 1991
heart of Lee Jinki
Aish! Aku benar2 bingung. HyeRi sama sekali tidak membantu. Selalu kata tak peduli yang ia katakan! Aku benar2 butuh saran sekarang. Gadisku tak kan lama menunggu. Aku begitu bingung dengan perasaan ini. haruskah kukatakan terus terang? Bagaimana kalau ia menolakku? Bukan apa2. Hanya saja—AKU BENAR2 BUTUH SARAN SEKARANG!
Sudah lama aku memperhatikannya. Seorang gadis sederhana yang terlihat indah di balik seragam sekolahnya. Menyebut namanya saja aku tak sanggup. Terlihat bodohkah? Mungkin saja. Tapi ini benar terjadi padaku…
HyeRi-aahh. Bukankah kau sahabatku? Kenapa kau lari disaat seperti ini??
Gadisku, bersabarlah. Mungkin agak lama. Tapi kuharap kau mengerti. Tunggu aku!
Tiba2 terlihat olehku dri kaca jendela. Itu dia—gadisku!
“Cari siapa?” HyeRi muncul dri pintu kelas di samping kelasku sambil menenteng komik di tangannya seperti biasa.
“Ahh… dia sudah pergi!” umpatku kecewa.
“Nugu?” hyeri berjingkat mencari2,”tidak ada siapa2…”
“Ada! Tadi aku melihatnya dari refleksi kaca jendela ini! masa kau tidak lihat?”
Ia menatap jendela yg kutunjuk,”Tidak ada! Dasar pabo!” hyeri memukul kepalaku dengan komiknya.
“Hya!” bentakku meraih tangannya. hyeri menepis lenganku kasar.
“Mianhe,” kataku,”Kelinci gendut… bantu aku malam ini yaa.. aku ingin membuat kejutan untuk gadis itu. Bantu aku yaa…” aku memelas meski tahu ia tak suka di panggil begitu.
Hyeri cemberut,”aku tidak mau!” tolaknya kasar.
“HyeRi-aahh.. ayolahh. kau cewek paling cantik di duniaa…” aku merayunya.
“Lebih daripada gadismu?”
“Umm,,” aku menggaruk kepala,,”Ituu…” aku belum sempat menjawab ketika ia menghentakkan kaki lalu masuk ke kelasnya tanpa mempedulikanku.
“Jam tujuh di Kedai biasa!” seruku.
**************
Seoul, Summer, 2010
Heart of Kibum
“Cincin permata? Kalung? Gelang? Aish… kenapa semua mahal…?” aku menggumam menatap lemari kaca yang dijaga seorang wanita muda, ia tersenyum geli mendengar perkataanku.
“cheosonghamnida…” aku membungkuk malu.
si cewek pabo itu suka apa yaaa? Sulit sekali memilih hadiah hanya untuk cewek begitu. Aku terkikik mengingat wajah bodohnya setiap kali kukerjai. Matanya pasti mengerjap dan pipinya menggembung menahan kesal. Hahaha! Lucu sekali, membuatku semakin ingin mengerjainya. Apalagi hari ketika dengan polosnya ia mengatakan suka padaku. Benar2 lucu! Dikiranya surat cinta masih berlaku di jaman seperti ini?? Ngomong2 surat cinta, apa ia sudah membaca surat yang kuberikan tadi pagi? Kuharap.
“Ah! Itu saja!” aku keluar dari toko perhiasan dan masuk ke etalase di sebelahnya.
“mini Handycam.,” pintaku pada si penjaga yg lalu mengeluarkan beberapa barang. Sial! MAHAL!! Ia merekomendasikan satu dengan harga,yah,lumayan terjangkau tapi bagus.
“Awas kalau kau tidak datang cewek pabo!” aku mengeluarkan credit card berisi seluruh tabunganku sebulan ini.
“Demi kau! Supaya tidak pabo lagi!” aku tertawa ketika kurasa rasa sakit itu muncul lagi. Menusuk tepat ke jantung. Aku bersandar di dinding. Kepalaku pening sekali. Ayolahh.. sedikit lagii…
**************
Part III :: The Title is Love
***************
Seoul, Winter, 1895
Story of Lee SoRa
Opera? Seperti apa itu di sini? Di eropa aku tidak begitu banyak bepergian. Sejak kecil selalu di awasi membuatku seperti dipingit. Bagitu banyak hal yang diatur dalam hidupku sampai aku tak bisa memilih sendiri. Berjalan dengan seorang laki2 pun aku tidak pernah. Malang sekali… tapi aku tak menyesalinya. Berapa tahun pun menunggu untuk saat ini aku tidak keberatan. Cinta pertama dan terakhirku ada di sini. Aku tidak ragu! Dan sebentar lagi kami akan bertemu!
Aku mengaduk isi lemari kayuku, mencari pakaian yg cocok. hanbok2 ini tampak terlalu wah hanya untuk jalan2. Ottoke? Aku harus bagaimana?
“Noona…” ahjuma muncul,”Tuan memanggil Anda…”
“Waeyo?” tiba2 perasaanku benar2 buruk melihat ekspresi wajahnya.
Aku segera ke ruang utama ketika kulihat tempat itu di penuhi orang2 yg tak kukenal. Ayah memanggilku. Wajahnya pucat pasi. Keringat mengalir ke dahinya yang berkerut keras.
“SoRa-ah, dengarkan Appa. Kembalilah ke eropa malam ini juga… Larilah bersama umma-mu…”
Aku sangat terkejut,”Waeyo appa?”
Appa menggeleng pahit,”Lakukan saja! Tak ada waktu. Rakyat akan menyerang ke rumah ini sebentar lagi…”
“Appa, kau menakutiku..”
“Tenang saja. Appa sudah mengumpulkan orang2 yg bersedia membantu. Dan, ingatlah Sora. Apapun yang orang2 katakan diluar, semua itu tidak benar. Kau percaya appa tidak akan melakukan sesuatu yang merugikan negara kita kan?”
Aku mulai menangis. Appa menghapus air mata di pipiku dan memelukku begitu erat,”Kalau masalah sudah selesai appa akan menjemput kalian di sana,” ia melepaskan giok yg menggantung di dadanya dan menyerahkan ke tanganku.
Belum sempat aku mengatakan apa2 umma sudah menarikku ke kamar dan menghambur meraup sembarang baju.
Aku teringat sesuatu. Kim heechul! Bagaimana janjiku malam ini? aku mengambil kertas di bawah laci dan menulis dengan tergesa2 sewaktu suara gemuruh ramai terdengar dari luar. Rakyat sudah di depan gerbang.
“Ahjumma tolong berikan ini padanya,” kataku terburu2 naik ke atas kereta kuda. Ahjuma mengangguk mengerti,”Kamsahamnida ahjuma..” aku membungkuk pada ahjuma yg menangis melambai padaku.
**********
Seoul, Spring, 1945
Story of Seung Won
Aku menatap punggungnya yg menghilang di balik malam. kau datang sayang? Benar2 datang! Aku tidak bermimpi lagikan? Tubuhmulah yg tadi memelukku hangat? Iya kan? Kakiku lemas. Aku terduduk di lantai. Air mataku mengalir deras tak terkendali. Kerinduan ini begitu dalam sampai terasa sakit menyesak. Zhou Mi-ku sudah datang. Mengapakah aku harus menangis dan mengelaknya?
Aku sangat ingin memeluknya lebih lama hanya untuk memastika ia nyata! Tapi aku tidak bisa. Terlambat. Aku akan menikah besok, meski satu2nya hatiku sudah ku berikan padamu. Aku tak bisa apa2. Mianhe Zhou Mi. Aku menggenggam butiran kalung darinya yang masih kupakai. Aku berharap di kehidupan selanjutnya kita bisa bersama.
**************
Seoul, Summer, 1991
Story of Kim HyeRi
“Gadis? Gadis? Cih! Menggelikan!” umpatku menatap kesal jinki di ujung pintu.
Sebegitukah gadis itu? Apa ia lebih baik dariku sampai jinki lupa kalau hari ini jadwal kami mengembalikan komik?
“Aish! Kenapa aku ini?” aku mengacak rambutku. Benar2 tak tahan melihat ia begitu. Jinki berubah gara2 cewek itu! Ia bukan sahabatku lagi! Aku hanya ingin menangis sekarang. Sejujurnya aku tak siap ditinggalkan secepat ini. aku ingin ia selalu ada untukku. Aku egois sekali ya?
Haruskah aku membantunya? Tapi bagaimana dengan hatiku? Aku tak bisa lebih lama lagi bersembunyi di balik topeng ini. pura2 tak peduli disaat aku benar2 peduli. Kau tahu? Rasanya sakit sekali…
**********
Seoul, Autumn, 2010
Story of Choi Serry
“Hei cewek bodoh!—hahaha—mianheyo. Tanganku terlalu gugup untuk menulis namamu. Choi Serry ‘kan? Choi serry dengan pipi gembung. Ups! Maap lagi!XDD… aku tidak ahli menulis kata2 romantis. Jadi langsung saja ya. Datanglah ke taman bermain malam ini. aku menunggumu tepat di bawah menara jam. Aku punya sesuatu yg ingin kukatakan…” aku memicingkan mata membaca kalimat terakhir, ditulis dengan hurup sangat kecil,”—with love, Kibum^^”
“Hahaha! Cowok pabo!” seruku.
“Mwo?” pak guru menatapku.
Aku menggeleng dan kembali mengerjakan soal remidi di atas meja. Sial! Aku lupa hari ini detensi gara2 nilai matematikaku yg skak mat. pukul 18.08. aku janji jam 7. Tapi dri 50 soal, baru sekitar 15 yg bisa kujawab. itu pun kalau benar. Aku melirik pak guru yg sedang melamun dihadapanku.
********
********
Part IV :: Love’s Way
*******
Seoul, Winter, 1895
heart of Kim Heechul
Dingin sekali. Aku berjingkat mencari2 sora-ssi. Sudah hampir pukul 7 malam. tak kurasakan kehadiraanya. Apa ia akan datang? Atau ia tersesat? Pikiran2 bodoh bermunculan di otakku ketika kudengar pengumuman opera hari ini dibatalkan. Terjadi penyerangan lagi!
“Kudengar rumah keluarga bangsawan lee di serang rakyat! Ia ketahuan melakukan penipuan uang istana!” kata seorang pria paruh baya.
Aku mencegatnya,”Bangsawan Lee? Benarkan itu ahjussi?”
Ia mengangguk. Tanpa berpikir panjang aku langsung beranjak pergi ke rumah Sora-ssi. Di sana rakyat sudah berkumpul membawa obor di tangan masing2. Mereka mencoba mendobrak masuk dan berhasil. Gerbang kayu itu tumbang. Dengan beringas mereka menghambur menghancurkan apa yg ada.
“Sora-ssi!” aku berlari ke gedung utama. Tak ada siapa2.
“Tuan.” Seseorang menepuk punggungku, “Ahjuma!”
“Ini dari noona. Ia memintaku memberinya padamu..”katanya lalu buru2 pergi.
Aku membuka lipatan kertas tipis itu. Terlihat ditulis dengan sangat tergesa2. Aku membacanya cepat dan sangat terkejut. Tidak mungkin!
***************
Seoul, Spring, 1945
Heart of Zhou Mi
Belum terbiasa dengan cuaca tak menentu ini Aku mengeratkan mantelku. di luar hujan deras. Aku menatap murung jarum arloji yg menunjuk pukul 18.32. Tak ada tanda2 keberadaan Seung Won. Aku akan menunggu seperti cowok2 bodoh dalam novel romance. Seung won tak akan datang karena ia menikah hari ini. aku tahu, tapi tetap tak bergeming menyaksikan org lalulalang di stasiun ini hingga pukul 7 tepat.
Asap mulai mengepul dari cerobong kereta yg akan segera berangkat.Tampaknya kami memang tak berjodoh di kehidupan kali ini. mungkin di generasi selanjutnya. Aku menyerah dan mengangkat koper ke pintu gerbang kereta. Kami tak akan pernah bertemu selamanya. Aku takkan kembali lagi.
“BRUUKK!!” seorang laki2 yg tampak terburu2 menabrakku. Ia mengedarkan pandangan panik mencari2. Tak menemukan apapun, ia lalu turun lagi dan menghilang di kerumunan orang2.
Semua kompartemen penuh. Aku berjalan ke gerbong paling ujung ketika seseorang mengetuk salah satu jendela yg kulewati…
*******
Seoul, summer, 1991
Heart of Lee Jinki
Di kedai teh…
“Hmm..Apa yg kurang?” aku mengamati ruangan yg sudah kutata seharian. melihatnya membuatku teringat si gadis. Apa tak berlebihan semua kejutan ini?
huaah! Uangku pun terkuras habis untuk menyewa. tak apalah! Demi dirinya. Tapi HyeRi belum juga datang. Apa ia benar2 niat mau membantuku? Aish~kenapa kelinci gendut itu begitu sulit dimintai bantuan? Ia berubah beberapa hari ini.
Jam digitalku berbunyi. Lima belas menit lagi menuju pukul 7. Aku semakin gugup bertemu dengan gadisku! Dan, HyeRi-aah! Kau bukan sahabatku lagi!
******
Seoul, Autumn, 2010
Heart of Kim Kibum
Kenapa harus banyak orang di tempat ini padahal bukan akhir pekan? Merepotkan saja! Aku menatap geli kotak kecil ditanganku. Sampulnya merah hati kekanak2an. Benar2 mirip cewek pabo itu. Ngomong2 cewek pabo, DI MANA DIA SEKARANG??? Berani2nya membuatku menunggu? Dia pikir siapa dirinya?
“Ayolah…” aku melirik cemas ponselku. Berkali2 mencoba menghubunginya, tapi hanya si tante cerewet itu yg mengabarkan ponselnya tidak aktip. Apa ia sengaja mengerjaiku? Jangan2 ia menganggapku tidak serius?
“RRrrrr…” ponselku bergetar, aku menekan layarnya.
“Sebentar lagi noona…” kataku menjawab omelan yg memberondong dri ujung telepon,”Dua puluh menit? Anio… lima belas…? Oke! Sepuluh!” ia menutup kasar pembicaraan.
“Serry-ahh. Aku berjanji tidak akan memanggilmu pabo lagi jika kau datang kali ini saja…”
**********
Part V :: The End of Endless Story
**********
Seoul, Winter, 1895
Lee SoRa&Kim Heechul
Kim Heechul berlari menghambur ke dalam rumahnya dan menyambar sembarang benda yg bisa dibawa. Ia mengetuk pintu rumah tetanggnya tergesa2. Seorang laki2 paruh baya keluar.
“Ahjussi, aku titip rumahku. Tidak tahu kapan kembali. Tapi aku pasti kembali!”katanya cepat dan memeluk si pria tua yg kebingungan.
Di lain tempat…
“Sebentar umma, kumohon…” SoRa memelas pada ummanya.
“kita tak punya byk waktu. Lihatlah, air bahkan hampir beku…” jawab umma.
“Ia pasti datang…” Sora berdoa sewaktu dilihatnya org yg dimaksud.
“Kau datang!”
“Tentu saja!” kata Heechul dibantu sora naik ke atas kapal,”Meski sulit sekali membaca tulisan hangulmu,” ejeknya membuat sora tersenyum malu.
“Tapi…bagaimana dengan keluargamu..?”
“I’m free,” heechul meniru sora,”Aku sebatang kara, tak punya siapapun…”
Sora menarik napas lega dan tanpa pikir panjang memeluknya sampai heecul hampir terjengkal.
Mereka pun berlayar ke eropa. Bangsawan lee terbukti tidak bersalah, sehingga mereka kembali ke korea beberapa tahun kemudian membawa seorang balita bernama Kim HeeRa.
Lee SoRa&Kim Heechul :: THE END
*****
Seoul, Spring, 1945
Seung won duduk di ujung tempat tidur menatap kosong gaun pernikahannya. Matanya sembab habis menangis. Ia membelai benda dengan tangan kanan, sementara yg lain menggenggam untaian kalung bermata saphire.
“Mianhe… semua orang berhak bahagia ‘kan?” katanya bangkit berdiri dan mengambil mantel di balik pintu.
Seung won kabur ke stasiun. Terlalu cepat beberapa jam. Ia menghabiskan waktu dan masuk ke salah satu kompartemen. Hampir tertidur karena bosan, seung won terkaget melihat mantan tunangannya naik ke gerbong tempatnya berada, menabrak Zhou mi yg terlihat kebingungan. Lelaki itu mengedarkan pandangan mencari. Seung won menyurukkan kepala bersembunyi dan lega ketika ia sudah pergi. Seung won hampir kehilangan zhou mi ketika dilihatnya cowok itu melintas di depan jendela kompatemenya. Seung won mengetuk.
“Lama sekali…” katanya pada Zhou mi.
“Seung won-ahh! Kau…!”
Seung won menarik tangan zhou mi masuk.
“Kupikir 19tahun terlalu muda untuk menikah,” jelasnya enteng.
Zhou mi masih tidak bisa percaya, ia berusaha mengendalikan diri mengingat kenekatan cewek ini,”Kalau begitu kubuang saja ini,” dikeluarkannya sekotak cincin indah.
“Andwe!” Sambar seung won,”untukku saja!”
Zhou mi tertawa.
“Apa di cina ada kimchi?”tanya seung won.
“Wae? Kau suka sekali kimchi!” zhou mi mengacak rambut kekasihnya.
Seung Won&Zhou Mi:: THE END
*****
Seoul, Summer, 1991
Kim HyeRi&……..
Hyeri membolakbalik komiknya di halaman yg sama selama setengah jam. Ia tak bisa berkonsentrasi.
“Bip…bip…”pagernya berbunyi. Satu pesan.
“HyeRi-ahh. Ke mana saja kau? Aku menunggumu. Cepatlah bantu aku!—Jinki.”
Hye ri menghela napas dalam. Haruskah aku menemuinya dan melihat gadis itu?
“Bagaimana denganku? Apa hatiku tidak penting? Apa rasa ini memang harus mati?” hye ri tak menyadari sebentuk sungai kecil mengaliri mungilnya,”Tuhan, kenapa hidupku tidak bisa semudah cerita komik ini??”
Di kedai…
Jinki bersandar gelisah di depan pintu.
“HyeRi-ah!” sapanya senang melihat cewek itu akhirnya muncul juga. Matanya sembab, tapi jinki pura2 tak menyadarinya,”Cepat bantu aku! Aku tidak bisa melakukannya tanpamu…” jinki menarik tangan hyeri.
Seperti biasa, hyeri berkelit. Hanya saja, kali ini jinki tidak berniat melepaskannya.
“Cepat katakan saja apa yg perlu kubantu…”
“aku hanya ingin kau bertemu dengan gadisku. Ia sudah menunggu di dalam…”
HyeRi berdecak,”Hanya itu? Bertemu? Aku tidak mau. Aku punya banyak urusan yg lebih penting..”
“Kumohon. Terakhir kali sebagai sahabat…” katanya memandang hyeri.
Hye ri mengalah dan menurut saja jinki menuntunnya masuk.
“Perkenalkan, gadisku…” tunjuknya.
HyeRi mengangkat kepala. Ia tak bisa percaya . Seperti sedang bercermin ia melihat Puluhan sketsa wajah mirip dirinya terpajang rapi sepanjang dinding.
“chogii.. na?” hyeri menunjuk dirinya.
“Entahlah,” jinki mengedikkan bahu,”Mungkin saja. Kebetulan namanya juga kim hyeri…” jawab jinki lalu tertawa,”Aku sudah bilang ini permintaan terakhirku sebagai sahabat, karena setelah ini, aku tidak berpikir jadi sahabat pilihan bagus… ottoke hyeri-ah? Apa kau setuju?”
Hyeri tak menjawab. Jinki menariknya ke satu2nya meja di ruangan itu,”Aku juga membuat ini! komik tentang kelinci gendut! Lihatlah…”
Hye ri maju lebih dekat ke benda yg ditunjuk. Wajahnya hanya berjarak dua senti dri permukaan meja ketika tanpa peringatan jinki merengkuh kepalanya dan mengecup hangat kening cewek itu tepat diantara kedua alisnya.
“Saranghae, kim hyeri…” bisiknya dan tersenyum hangat.
Cewek itu hanya melongo.
“Hya! Katakan sesuatu…”
Bukannya menjawab, hyeri menangis.
“Hei-hei, jangan menangis. Kau tidak perlu menjawabnya sekarang. Pikirkan saja dulu…”
HyeRi malah menangis semakin keras membuat Jinki panik. Tapi kemudian ia mengangguk.
“Mwo? Jadi kau setuju?” tanya jinki tak percaya.
“N-ne…” jawab hyeri sesegukan.
“Hahaha…!” jinki tertawa meledak.
Kim HyeRi & Lee Jinki :: THE END
*************
Seoul, autumn, 2010
Choi Serry & Kim Kibum
Serry berlari sekencang mungkin melawan arus kerumunan orang 2. Ia tak sempat ganti baju. Dari sekolah langsung menuju taman bermain.
“Gawat! Terlambat setengah jam!” ia terengah.
Serry sempat tersesat, lupa di mana letak menara jam sampai akhirnya ia menemukannya. Gadis itu membungkuk mengatur napas. Kakinya lemas menyadari ternyata tempat itu sudah kosong melompong. Kibum tidak ada di manapun.
“Kibum-aahh…” ia berbisik kecewa,”Kenapa kau begitu egois? Pertama kalinya aku terlambat dan kau bahkan tidak mau menunggu?”
Serry terduduk di sisi menara. Membenamkan wajahnya yg menangis.
“dari pertama, selalu aku yg menunggumu. Kau bahkan tidak pernah balas mengatakan menyukaiku. Atau sebenarnya memang tidak?”
Telapak tangannya menyentuh sesuatu. Kotak kecil bersampul merah hati bertulis namanya. Serry mengusap wajahnya dan membuka benda itu. Ia menemukan sebuah mini handycam, menekan tombol power dan play.
“Anyeong serry-ahh. ..”Kibum muncul di layar, ia merekam dirinya sendiri,”ketika kau melihat ini, mungkin aku sudah tidak ada di korea. Aku akan pergi untuk melakukan pengobatan. Doakan aku berhasil yaa..” ia tersenyum,”Si bodoh ini sudah terbenam sejak kecil dikepalaku, dan entah kenapa akhir2 ini ia jadi sering muncul. Dokter bilang aku harus melakukan sesuatu, jadi mereka mengirimku ke amerika… dan serry-ahh," kibum menarik napas,"-- mianheyo, tidak banyak kebahagiaan yg sanggup kuberikan selama ini. aku sering mengecewakanmu. Terlambat di setiap janji, mengerjaimu, dan banyak hal lain. Dan untuk ulang tahunmu Aku hanya bisa membuat sebuah lagu untukmu,,” ia tampak menghilang, sedetik kemudian muncul dengan gitar di tangannya,”dengarkan ya…” terdengar lagu akustik mengalun selama beberapa menit, serry tak sanggup menahan laju air matanya,” aku tahu aku terlihat keren. Hahaha… rekamlah semua kegiatanmu selama aku tidak ada dengan benda ini. aku Pasti kembali! Tunggu aku ya… dan… dengarkan baik2. Aku hanya mengatakannya sekali …” kibum memperbaiki letak duduknya,”Saranghaeyo Choi Serry…” ia tersenyum dan video itu berakhir.
Serry bangkit berdiri dan memasukkan handycam itu ke dalam tas sekolahnya. Ia berlari dan menyetop taksi pertama yg muncul.
“Bandara Incheon!” katanya.
Tempat itu lumayan ramai dengan turis2 yg baru saja tiba. Serry berlari ke bagian penerbangan luar negeri. Terlalu luas! Ia tak bisa menemukan kibum di manapun. Ponselnya kehabisan baterai. Serry hampir putus asa ketika dilihatnya cowok itu berjalan melewati portal sebening air.
“Kibum-aah!” teriak serry tidak memperdulikan sekitar.
Kibum menolah dan terkejut melihatnya. Tapi ia sudah terlajur masuk dan etalase tertutup selain untuk penumpang. Serry berlari ke arahnya. Kibum memberitahu agar ia berdiri di sisi sebelahnya. Mereka berhadapan terhalangi kaca sebening embun itu.
Serry tidak lagi berniat menyembunyikan air matanya.
kibum mengetuk dan menulis,”Jangan menangis…” tapi justru membuat gadis itu semakin tersedu.
Kibum menggaruk kepalanya bingung dan menggores dinding itu lagi,”Aku pasti kembali…”
Serry mengangguk. Kibum tersenyum memberi isyarat agar serry mendekat. Ia menunduk dan mengecup tepat di mana bibir serry seharusnya berada.
”Saranghae,” tulisnya dan melambai pergi.
Choi Serry & Kim Kibum :: The End
************
EPILOG
Seoul, 2027
YooNe menutup buku tua yang ditemukannya di laci beberapa hari lalu. Benda paling asing yg pernah ia lihat. Jadi dengan ini orang2 jaman dulu mengabadikan kisah mereka? Ia mengangguk.
“Cinta, satu diantara sedikit hal yg masih tersisa ketika bumi mulai menua…” ia membaca kalimat terakhir.
Akankah kisahku berakhir indah juga? Batinnya.
“Apa itu?” taemin muncul dari belakang.
“Bukankah kau yg menaruh di laciku?” tanya Yoone pada kekasihnya.
“Aniyo…” taemin menggeleng.
“Jadi, siapa…?”
“Entahlah…” taemin mengangkat bahu.
Tidak mungkin! Yoone semakin bingung.
“Ayo kita cari makan. Aku lapar,” ajak taemin padanya.
Yoone mengangguk masih dalam kebingungan.
=THE END=
selesai juga,, hehe
Cast :: Falianda Clara Ondubukey as Kim Hyeri
Melisa ‘melt’ lophaxia as Lee SoRa
Gisyana kartika as Seung won
Nishaa Primeshawol as choi serry
Four seasons
“ku sebut ini perasaan paling indah di dunia. Melihatmu dari sisiku terasa begitu luar biasa. Aku mengingatmu seperti bernapas. Sayangku,, bisakah kau melihatnya?”
**************
Part I :: At The Time
************
Seoul, Winter, 1895
Story of Lee SoRa
“Sora-sshi…ku mohon masuklah. Diluar dingin sekali…” ahjuma menyampirkan mantel ke pundakku.
“Sebentar lagi ahjuma…” aku mengelak.
Terlalu singkat jika pergi sekarang. Aku tidak ingin melewatkan saat ini. aku ingin melihatnya lebih lama. Kim Heechul. Murid paling cerdas di korea! Aku bertemu dengannya sejak kepindahanku ke negara yang baru saja dilanda perang ini.keadaan politik sangat kacau, sahabat bisa saja membunuhmu dari belakang.Ayahku yang seorang petinggi negara membawaku sekeluarga ke Eropa .pertama kali aku kembali menginjakkan kaki di tanah kelahiranku dan melihat dirinya. Seperti sihir, ia mengikat hatiku padanya. Begitu sulit berpaling dari mata hitamnya. Aish… pipiku memerah.
“Noona…” rengek ahjuma yg takut dimarahi ayah.
“Ne,,ne.. araseo ahjuma,, ayo kita pulang..” aku mengalah. Repot sekali bergerak dengan hanbok begini. Aku belum terbiasa.
“Noona..!” panggil seseorang.
Aku menoleh dan melihat kim heechul berlari ke arahku. Rambutnya melambai ringan.
********
Seoul, Spring, 1945
story of Seung Won
Air mataku sudah tumpah. Tak bisa kutahan. Zhou mi meraihku dan memelukku. Tubuhnya hangat dan wangi seperti yang selalu kuingat.
“Mianhe…” suaranya bergetar tertahan.
“Waeyo oppa??” tanyaku tak berharap mendapat jawaban apapun. dan memang, ia hanya diam lalu melepas pelukkannya. Zhou mi menatapku sesaat kemudian membuka kalung yang melilit lehernya selama ini, memakaikannya padaku.
“Saranghaeyo Seung Won…” wajahnya mendekat. Aku menutup mata dan merasakan harum nafasnya di hidungku tanpa batas lagi,”Jeongmal saranghae…”
Tiba2 aku terbangun. Tubuhku berkeringat. Ah mimpi itu lagi! Hampir setahun ini aku selalu memimpikan hal yang sama. Perpisahan dengan dirinya. Kenapa tak juga bisa kulupakan kejadian itu? Aku menatap gaun pernikahan bergaya Eropa tergantung angkuh di dinding sana.
“Seung Won…!” panggil umma dari luar,”Ada yang mencarimu…”
********
Seoul, Summer, 1991
Story of Kim HyeRi
“Ottoke HyeRi-aah? Hya..! apa kau mendengarku?” tanya jinki menatap langsung tepat ke mataku. Sial! Pipiku memerah. aku hanya mengangguk meski tak tahu apa2.
“Kau tidak mendengarku! Ayolah, beri saran. Apa aku harus mengatakan perasaanku padanya?”
Aku melepas earphone walkman dan mengangkat wajah dari komik yg kubaca.
Mulai lagi. Aku mengedikkan bahu tak peduli pada sahabatku sejak kecil ini. berhari2 ia merongrongku dengan pertanyaan yang sama.
“Kalau kau suka katakan saja. Aku tidak peduli…” kataku dan beranjak meninggalkannya.
“Hya! Kelinci gendut!” jinki memegang tanganku. Aish! Nama panggilan itu lagi! aku menghentak dan menatapnya tajam.
“Jangan sentuh aku!”desisku. entah sejak kapan aku tak suka ia terlalu dekat denganku secara fisik.
Jinki hanya nyengir,“Ayolahh…” ia menatapku serius. Sesuatu yang membuat jantungku berhenti berdetak sesaat.
“Tidak bisakah kau berhenti membicarakan cewek itu dan melihatku?” pikirku, tapi yang keluar hanyalah,”Aku tidak peduli…”
“Aku menyukaimu! Tidakkah kau lihat?!” jeritku dalam hati.
**********
Seoul, Autumn, 2010
Story of Choi Serry
“Hya!! Cewek pabo! Kemari kau!” kibum memberi isyarat dengan telunjuknya.
“Jangan panggil aku begitu!” bentakku tak kalah nyaring. Semua orang menoleh pada kami.
Kibum membalas dengan tersenyum jahil. Ia sengaja mempermalukanku kemudian tanpa merasa bersalah berjalan mendekatiku. Aku membuang muka.
“Serry-aahh..”Tubuhnya yang jauh lebih tinggi berdiri tepat dihadapanku, aku menatapnya marah. tanpa mempedulikan ratusan pasang mata yang menatap kami, ia menunduk dan mengecup keningku,”Saengil chukkaeyo jagiya…” bisiknya dan memasukkan sesuatu ke sakuku.
Aku mengerjap kaget. Tak bisa berpikir apa2.
“Hahaha..” kibum tertawa jahil melihat ekspresiku,”Jam 7 di taman malam ini. kalau terlambat, mati kau!” ancamnya lalu menjauh pergi.
Sial! Bisa-bisanya aku menyukai Devil guy seperti ini, hah????
**********
Part II :: And my heart is beating…
**********
Seoul, winter, 1895
Heart of Kim heechul
Tak peduli berapa kali pun aku menatap gadis bernama Lee SoRa ini otakku seperti teracuni merah pipinya yang bersemu sendu. Matanya malu-malu tapi ingin tahu. Terkadang ragu dan yakin disaat bersamaan. Kulitnya lebih bening dibanding butiran salju yang melekat di rambut hitam pekatnya sekarang. Apa ini pengaruh hidup di dunia Barat? Dunia yang tak pernah kujamah sama sekali.
“Anyeonghaseo Noona…” aku memberanikan diri menyapa Nona Besar ini.
Ia membungkuk sopan dan menatapku penasaran,”Heechul-ssi?”
“Ahh, cheosonghamnida… bisakah kita bicara sebentar?”
“Noona…” panggil ahjuma di sampingnya. SoRa memberi isyarat menyuruhnya menunggu.
“Ne.. tentu saja,” jawabnya dengan merdu seperti suara air yang mengalir.
“Ahh…” aku gugup,”Aku hanya ingin mengajakmu menonton opera malam ini,” tambahku melihat keningnya berkerut,”Kalau tidak bisa juga tidak apa2…”.
“Opera? Apa itu?” katanya dalam logat hangul yg pas2an.
“Opera. Pertunjukkan manusia di atas panggung…” jelasku.
“Ahh, I got it…” jawabnya dalam bahasa Barat,”Tentu saja…” ia mengangguk.
“Jinja??” tanyaku tak percaya…”Jam tujuh kalau begitu.” Aku pamit pergi. Tak bisa kusembunyikan kesenangan yang membuncah sekarang. Entah ia menyadarinya atau tidak.
********
Seoul, Spring, 1945
Heart of Zhou Mi
Udara sisa musim dingin ini begitu menusuk sampai ke dalam sepatuku, terasa semakin kejam karena aku berdiri diluar ruangan layaknya pengantar koran. Berbahaya memang di saat jaman perang seperti sekarang. Terkadang tanpa sadar aku seolah mendenger dentuman bom di ujung jalan sana.
“Seung won…” Panggilku menatap gadis di hadapan itu. Ia begitu banyak berubah sejak terakhir kami bertemu. Tulang pipinya naik. Bibir mungilnya terkatup rapat, namun tak mengurangi kecantikannya sama sekali. Hanya saja caranya menatapku. Seolah aku tembus pandang. Ia berhak, tentu saja.
“Zhou Mi-ssi…” ia mengangguk,”Tidak disangka bertemu denganmu lagi,” katanya dingin.
“Ne. annyeonghasimnika?” tanyaku basabasi.
“Seperti yang kau lihat,” jawabnya seadanya,”Lebih baik tanpamu…”
“Seung Won-ah. Aku datang menepati janji…”
“Terlambat!” ia berbalik . Aku menahannya.
“Jeongmal mianhe. Aku tidak mengira akan terlambat satu tahun. Tapi aku kembali ‘kan?”
Ia tak menjawabku, lalu menghela napas,”Aku akan menikah sebentar lagi…”
“Mwo?!” aku terkejut luar biasa,”Tapi kau masih terlalu muda untuk menikah…”
“Di jaman seperti ini, cepat2 memiliki keturunan adalah pilihan terbaik kalau kau tidak mau generasimu terhenti karena perang,”
“Hah!” aku mendesah,”Hanya itu alasanmu?”
“Ne… mau apalagi. Di banding kau yg tidak memberi penjelasan apapun padaku dan pergi begitu saja dua tahun lalu…”
“Aku tahu. Tapi apa kau tidak lihat bangsa kami di usir dari tanahmu?”
“Cih! Menjadikan masalah seperti itu alasan!”
Aku melepas tangannya,”Baiklah kalau kau memang lebih suka melihatku dibantai habis2an. Mungkin kau lebih senang…”
“Mungkin saja…” jawabnya sinis.
“Seung Won-aah! Dengar! Aku tidak tahu apa yg ada di pikiranmu sekarang, tapi kumohon. Jika kau memang masih mencintaiku, datanglah besok ke depan stasiun inceon. Pukul tujuh. Aku menunggmu.”
aku memakai lagi topi dan mantelku, pergi menembus pekat malam.
***********
Seoul, Autumn, 1991
heart of Lee Jinki
Aish! Aku benar2 bingung. HyeRi sama sekali tidak membantu. Selalu kata tak peduli yang ia katakan! Aku benar2 butuh saran sekarang. Gadisku tak kan lama menunggu. Aku begitu bingung dengan perasaan ini. haruskah kukatakan terus terang? Bagaimana kalau ia menolakku? Bukan apa2. Hanya saja—AKU BENAR2 BUTUH SARAN SEKARANG!
Sudah lama aku memperhatikannya. Seorang gadis sederhana yang terlihat indah di balik seragam sekolahnya. Menyebut namanya saja aku tak sanggup. Terlihat bodohkah? Mungkin saja. Tapi ini benar terjadi padaku…
HyeRi-aahh. Bukankah kau sahabatku? Kenapa kau lari disaat seperti ini??
Gadisku, bersabarlah. Mungkin agak lama. Tapi kuharap kau mengerti. Tunggu aku!
Tiba2 terlihat olehku dri kaca jendela. Itu dia—gadisku!
“Cari siapa?” HyeRi muncul dri pintu kelas di samping kelasku sambil menenteng komik di tangannya seperti biasa.
“Ahh… dia sudah pergi!” umpatku kecewa.
“Nugu?” hyeri berjingkat mencari2,”tidak ada siapa2…”
“Ada! Tadi aku melihatnya dari refleksi kaca jendela ini! masa kau tidak lihat?”
Ia menatap jendela yg kutunjuk,”Tidak ada! Dasar pabo!” hyeri memukul kepalaku dengan komiknya.
“Hya!” bentakku meraih tangannya. hyeri menepis lenganku kasar.
“Mianhe,” kataku,”Kelinci gendut… bantu aku malam ini yaa.. aku ingin membuat kejutan untuk gadis itu. Bantu aku yaa…” aku memelas meski tahu ia tak suka di panggil begitu.
Hyeri cemberut,”aku tidak mau!” tolaknya kasar.
“HyeRi-aahh.. ayolahh. kau cewek paling cantik di duniaa…” aku merayunya.
“Lebih daripada gadismu?”
“Umm,,” aku menggaruk kepala,,”Ituu…” aku belum sempat menjawab ketika ia menghentakkan kaki lalu masuk ke kelasnya tanpa mempedulikanku.
“Jam tujuh di Kedai biasa!” seruku.
**************
Seoul, Summer, 2010
Heart of Kibum
“Cincin permata? Kalung? Gelang? Aish… kenapa semua mahal…?” aku menggumam menatap lemari kaca yang dijaga seorang wanita muda, ia tersenyum geli mendengar perkataanku.
“cheosonghamnida…” aku membungkuk malu.
si cewek pabo itu suka apa yaaa? Sulit sekali memilih hadiah hanya untuk cewek begitu. Aku terkikik mengingat wajah bodohnya setiap kali kukerjai. Matanya pasti mengerjap dan pipinya menggembung menahan kesal. Hahaha! Lucu sekali, membuatku semakin ingin mengerjainya. Apalagi hari ketika dengan polosnya ia mengatakan suka padaku. Benar2 lucu! Dikiranya surat cinta masih berlaku di jaman seperti ini?? Ngomong2 surat cinta, apa ia sudah membaca surat yang kuberikan tadi pagi? Kuharap.
“Ah! Itu saja!” aku keluar dari toko perhiasan dan masuk ke etalase di sebelahnya.
“mini Handycam.,” pintaku pada si penjaga yg lalu mengeluarkan beberapa barang. Sial! MAHAL!! Ia merekomendasikan satu dengan harga,yah,lumayan terjangkau tapi bagus.
“Awas kalau kau tidak datang cewek pabo!” aku mengeluarkan credit card berisi seluruh tabunganku sebulan ini.
“Demi kau! Supaya tidak pabo lagi!” aku tertawa ketika kurasa rasa sakit itu muncul lagi. Menusuk tepat ke jantung. Aku bersandar di dinding. Kepalaku pening sekali. Ayolahh.. sedikit lagii…
**************
Part III :: The Title is Love
***************
Seoul, Winter, 1895
Story of Lee SoRa
Opera? Seperti apa itu di sini? Di eropa aku tidak begitu banyak bepergian. Sejak kecil selalu di awasi membuatku seperti dipingit. Bagitu banyak hal yang diatur dalam hidupku sampai aku tak bisa memilih sendiri. Berjalan dengan seorang laki2 pun aku tidak pernah. Malang sekali… tapi aku tak menyesalinya. Berapa tahun pun menunggu untuk saat ini aku tidak keberatan. Cinta pertama dan terakhirku ada di sini. Aku tidak ragu! Dan sebentar lagi kami akan bertemu!
Aku mengaduk isi lemari kayuku, mencari pakaian yg cocok. hanbok2 ini tampak terlalu wah hanya untuk jalan2. Ottoke? Aku harus bagaimana?
“Noona…” ahjuma muncul,”Tuan memanggil Anda…”
“Waeyo?” tiba2 perasaanku benar2 buruk melihat ekspresi wajahnya.
Aku segera ke ruang utama ketika kulihat tempat itu di penuhi orang2 yg tak kukenal. Ayah memanggilku. Wajahnya pucat pasi. Keringat mengalir ke dahinya yang berkerut keras.
“SoRa-ah, dengarkan Appa. Kembalilah ke eropa malam ini juga… Larilah bersama umma-mu…”
Aku sangat terkejut,”Waeyo appa?”
Appa menggeleng pahit,”Lakukan saja! Tak ada waktu. Rakyat akan menyerang ke rumah ini sebentar lagi…”
“Appa, kau menakutiku..”
“Tenang saja. Appa sudah mengumpulkan orang2 yg bersedia membantu. Dan, ingatlah Sora. Apapun yang orang2 katakan diluar, semua itu tidak benar. Kau percaya appa tidak akan melakukan sesuatu yang merugikan negara kita kan?”
Aku mulai menangis. Appa menghapus air mata di pipiku dan memelukku begitu erat,”Kalau masalah sudah selesai appa akan menjemput kalian di sana,” ia melepaskan giok yg menggantung di dadanya dan menyerahkan ke tanganku.
Belum sempat aku mengatakan apa2 umma sudah menarikku ke kamar dan menghambur meraup sembarang baju.
Aku teringat sesuatu. Kim heechul! Bagaimana janjiku malam ini? aku mengambil kertas di bawah laci dan menulis dengan tergesa2 sewaktu suara gemuruh ramai terdengar dari luar. Rakyat sudah di depan gerbang.
“Ahjumma tolong berikan ini padanya,” kataku terburu2 naik ke atas kereta kuda. Ahjuma mengangguk mengerti,”Kamsahamnida ahjuma..” aku membungkuk pada ahjuma yg menangis melambai padaku.
**********
Seoul, Spring, 1945
Story of Seung Won
Aku menatap punggungnya yg menghilang di balik malam. kau datang sayang? Benar2 datang! Aku tidak bermimpi lagikan? Tubuhmulah yg tadi memelukku hangat? Iya kan? Kakiku lemas. Aku terduduk di lantai. Air mataku mengalir deras tak terkendali. Kerinduan ini begitu dalam sampai terasa sakit menyesak. Zhou Mi-ku sudah datang. Mengapakah aku harus menangis dan mengelaknya?
Aku sangat ingin memeluknya lebih lama hanya untuk memastika ia nyata! Tapi aku tidak bisa. Terlambat. Aku akan menikah besok, meski satu2nya hatiku sudah ku berikan padamu. Aku tak bisa apa2. Mianhe Zhou Mi. Aku menggenggam butiran kalung darinya yang masih kupakai. Aku berharap di kehidupan selanjutnya kita bisa bersama.
**************
Seoul, Summer, 1991
Story of Kim HyeRi
“Gadis? Gadis? Cih! Menggelikan!” umpatku menatap kesal jinki di ujung pintu.
Sebegitukah gadis itu? Apa ia lebih baik dariku sampai jinki lupa kalau hari ini jadwal kami mengembalikan komik?
“Aish! Kenapa aku ini?” aku mengacak rambutku. Benar2 tak tahan melihat ia begitu. Jinki berubah gara2 cewek itu! Ia bukan sahabatku lagi! Aku hanya ingin menangis sekarang. Sejujurnya aku tak siap ditinggalkan secepat ini. aku ingin ia selalu ada untukku. Aku egois sekali ya?
Haruskah aku membantunya? Tapi bagaimana dengan hatiku? Aku tak bisa lebih lama lagi bersembunyi di balik topeng ini. pura2 tak peduli disaat aku benar2 peduli. Kau tahu? Rasanya sakit sekali…
**********
Seoul, Autumn, 2010
Story of Choi Serry
“Hei cewek bodoh!—hahaha—mianheyo. Tanganku terlalu gugup untuk menulis namamu. Choi Serry ‘kan? Choi serry dengan pipi gembung. Ups! Maap lagi!XDD… aku tidak ahli menulis kata2 romantis. Jadi langsung saja ya. Datanglah ke taman bermain malam ini. aku menunggumu tepat di bawah menara jam. Aku punya sesuatu yg ingin kukatakan…” aku memicingkan mata membaca kalimat terakhir, ditulis dengan hurup sangat kecil,”—with love, Kibum^^”
“Hahaha! Cowok pabo!” seruku.
“Mwo?” pak guru menatapku.
Aku menggeleng dan kembali mengerjakan soal remidi di atas meja. Sial! Aku lupa hari ini detensi gara2 nilai matematikaku yg skak mat. pukul 18.08. aku janji jam 7. Tapi dri 50 soal, baru sekitar 15 yg bisa kujawab. itu pun kalau benar. Aku melirik pak guru yg sedang melamun dihadapanku.
********
********
Part IV :: Love’s Way
*******
Seoul, Winter, 1895
heart of Kim Heechul
Dingin sekali. Aku berjingkat mencari2 sora-ssi. Sudah hampir pukul 7 malam. tak kurasakan kehadiraanya. Apa ia akan datang? Atau ia tersesat? Pikiran2 bodoh bermunculan di otakku ketika kudengar pengumuman opera hari ini dibatalkan. Terjadi penyerangan lagi!
“Kudengar rumah keluarga bangsawan lee di serang rakyat! Ia ketahuan melakukan penipuan uang istana!” kata seorang pria paruh baya.
Aku mencegatnya,”Bangsawan Lee? Benarkan itu ahjussi?”
Ia mengangguk. Tanpa berpikir panjang aku langsung beranjak pergi ke rumah Sora-ssi. Di sana rakyat sudah berkumpul membawa obor di tangan masing2. Mereka mencoba mendobrak masuk dan berhasil. Gerbang kayu itu tumbang. Dengan beringas mereka menghambur menghancurkan apa yg ada.
“Sora-ssi!” aku berlari ke gedung utama. Tak ada siapa2.
“Tuan.” Seseorang menepuk punggungku, “Ahjuma!”
“Ini dari noona. Ia memintaku memberinya padamu..”katanya lalu buru2 pergi.
Aku membuka lipatan kertas tipis itu. Terlihat ditulis dengan sangat tergesa2. Aku membacanya cepat dan sangat terkejut. Tidak mungkin!
***************
Seoul, Spring, 1945
Heart of Zhou Mi
Belum terbiasa dengan cuaca tak menentu ini Aku mengeratkan mantelku. di luar hujan deras. Aku menatap murung jarum arloji yg menunjuk pukul 18.32. Tak ada tanda2 keberadaan Seung Won. Aku akan menunggu seperti cowok2 bodoh dalam novel romance. Seung won tak akan datang karena ia menikah hari ini. aku tahu, tapi tetap tak bergeming menyaksikan org lalulalang di stasiun ini hingga pukul 7 tepat.
Asap mulai mengepul dari cerobong kereta yg akan segera berangkat.Tampaknya kami memang tak berjodoh di kehidupan kali ini. mungkin di generasi selanjutnya. Aku menyerah dan mengangkat koper ke pintu gerbang kereta. Kami tak akan pernah bertemu selamanya. Aku takkan kembali lagi.
“BRUUKK!!” seorang laki2 yg tampak terburu2 menabrakku. Ia mengedarkan pandangan panik mencari2. Tak menemukan apapun, ia lalu turun lagi dan menghilang di kerumunan orang2.
Semua kompartemen penuh. Aku berjalan ke gerbong paling ujung ketika seseorang mengetuk salah satu jendela yg kulewati…
*******
Seoul, summer, 1991
Heart of Lee Jinki
Di kedai teh…
“Hmm..Apa yg kurang?” aku mengamati ruangan yg sudah kutata seharian. melihatnya membuatku teringat si gadis. Apa tak berlebihan semua kejutan ini?
huaah! Uangku pun terkuras habis untuk menyewa. tak apalah! Demi dirinya. Tapi HyeRi belum juga datang. Apa ia benar2 niat mau membantuku? Aish~kenapa kelinci gendut itu begitu sulit dimintai bantuan? Ia berubah beberapa hari ini.
Jam digitalku berbunyi. Lima belas menit lagi menuju pukul 7. Aku semakin gugup bertemu dengan gadisku! Dan, HyeRi-aah! Kau bukan sahabatku lagi!
******
Seoul, Autumn, 2010
Heart of Kim Kibum
Kenapa harus banyak orang di tempat ini padahal bukan akhir pekan? Merepotkan saja! Aku menatap geli kotak kecil ditanganku. Sampulnya merah hati kekanak2an. Benar2 mirip cewek pabo itu. Ngomong2 cewek pabo, DI MANA DIA SEKARANG??? Berani2nya membuatku menunggu? Dia pikir siapa dirinya?
“Ayolah…” aku melirik cemas ponselku. Berkali2 mencoba menghubunginya, tapi hanya si tante cerewet itu yg mengabarkan ponselnya tidak aktip. Apa ia sengaja mengerjaiku? Jangan2 ia menganggapku tidak serius?
“RRrrrr…” ponselku bergetar, aku menekan layarnya.
“Sebentar lagi noona…” kataku menjawab omelan yg memberondong dri ujung telepon,”Dua puluh menit? Anio… lima belas…? Oke! Sepuluh!” ia menutup kasar pembicaraan.
“Serry-ahh. Aku berjanji tidak akan memanggilmu pabo lagi jika kau datang kali ini saja…”
**********
Part V :: The End of Endless Story
**********
Seoul, Winter, 1895
Lee SoRa&Kim Heechul
Kim Heechul berlari menghambur ke dalam rumahnya dan menyambar sembarang benda yg bisa dibawa. Ia mengetuk pintu rumah tetanggnya tergesa2. Seorang laki2 paruh baya keluar.
“Ahjussi, aku titip rumahku. Tidak tahu kapan kembali. Tapi aku pasti kembali!”katanya cepat dan memeluk si pria tua yg kebingungan.
Di lain tempat…
“Sebentar umma, kumohon…” SoRa memelas pada ummanya.
“kita tak punya byk waktu. Lihatlah, air bahkan hampir beku…” jawab umma.
“Ia pasti datang…” Sora berdoa sewaktu dilihatnya org yg dimaksud.
“Kau datang!”
“Tentu saja!” kata Heechul dibantu sora naik ke atas kapal,”Meski sulit sekali membaca tulisan hangulmu,” ejeknya membuat sora tersenyum malu.
“Tapi…bagaimana dengan keluargamu..?”
“I’m free,” heechul meniru sora,”Aku sebatang kara, tak punya siapapun…”
Sora menarik napas lega dan tanpa pikir panjang memeluknya sampai heecul hampir terjengkal.
Mereka pun berlayar ke eropa. Bangsawan lee terbukti tidak bersalah, sehingga mereka kembali ke korea beberapa tahun kemudian membawa seorang balita bernama Kim HeeRa.
Lee SoRa&Kim Heechul :: THE END
*****
Seoul, Spring, 1945
Seung won duduk di ujung tempat tidur menatap kosong gaun pernikahannya. Matanya sembab habis menangis. Ia membelai benda dengan tangan kanan, sementara yg lain menggenggam untaian kalung bermata saphire.
“Mianhe… semua orang berhak bahagia ‘kan?” katanya bangkit berdiri dan mengambil mantel di balik pintu.
Seung won kabur ke stasiun. Terlalu cepat beberapa jam. Ia menghabiskan waktu dan masuk ke salah satu kompartemen. Hampir tertidur karena bosan, seung won terkaget melihat mantan tunangannya naik ke gerbong tempatnya berada, menabrak Zhou mi yg terlihat kebingungan. Lelaki itu mengedarkan pandangan mencari. Seung won menyurukkan kepala bersembunyi dan lega ketika ia sudah pergi. Seung won hampir kehilangan zhou mi ketika dilihatnya cowok itu melintas di depan jendela kompatemenya. Seung won mengetuk.
“Lama sekali…” katanya pada Zhou mi.
“Seung won-ahh! Kau…!”
Seung won menarik tangan zhou mi masuk.
“Kupikir 19tahun terlalu muda untuk menikah,” jelasnya enteng.
Zhou mi masih tidak bisa percaya, ia berusaha mengendalikan diri mengingat kenekatan cewek ini,”Kalau begitu kubuang saja ini,” dikeluarkannya sekotak cincin indah.
“Andwe!” Sambar seung won,”untukku saja!”
Zhou mi tertawa.
“Apa di cina ada kimchi?”tanya seung won.
“Wae? Kau suka sekali kimchi!” zhou mi mengacak rambut kekasihnya.
Seung Won&Zhou Mi:: THE END
*****
Seoul, Summer, 1991
Kim HyeRi&……..
Hyeri membolakbalik komiknya di halaman yg sama selama setengah jam. Ia tak bisa berkonsentrasi.
“Bip…bip…”pagernya berbunyi. Satu pesan.
“HyeRi-ahh. Ke mana saja kau? Aku menunggumu. Cepatlah bantu aku!—Jinki.”
Hye ri menghela napas dalam. Haruskah aku menemuinya dan melihat gadis itu?
“Bagaimana denganku? Apa hatiku tidak penting? Apa rasa ini memang harus mati?” hye ri tak menyadari sebentuk sungai kecil mengaliri mungilnya,”Tuhan, kenapa hidupku tidak bisa semudah cerita komik ini??”
Di kedai…
Jinki bersandar gelisah di depan pintu.
“HyeRi-ah!” sapanya senang melihat cewek itu akhirnya muncul juga. Matanya sembab, tapi jinki pura2 tak menyadarinya,”Cepat bantu aku! Aku tidak bisa melakukannya tanpamu…” jinki menarik tangan hyeri.
Seperti biasa, hyeri berkelit. Hanya saja, kali ini jinki tidak berniat melepaskannya.
“Cepat katakan saja apa yg perlu kubantu…”
“aku hanya ingin kau bertemu dengan gadisku. Ia sudah menunggu di dalam…”
HyeRi berdecak,”Hanya itu? Bertemu? Aku tidak mau. Aku punya banyak urusan yg lebih penting..”
“Kumohon. Terakhir kali sebagai sahabat…” katanya memandang hyeri.
Hye ri mengalah dan menurut saja jinki menuntunnya masuk.
“Perkenalkan, gadisku…” tunjuknya.
HyeRi mengangkat kepala. Ia tak bisa percaya . Seperti sedang bercermin ia melihat Puluhan sketsa wajah mirip dirinya terpajang rapi sepanjang dinding.
“chogii.. na?” hyeri menunjuk dirinya.
“Entahlah,” jinki mengedikkan bahu,”Mungkin saja. Kebetulan namanya juga kim hyeri…” jawab jinki lalu tertawa,”Aku sudah bilang ini permintaan terakhirku sebagai sahabat, karena setelah ini, aku tidak berpikir jadi sahabat pilihan bagus… ottoke hyeri-ah? Apa kau setuju?”
Hyeri tak menjawab. Jinki menariknya ke satu2nya meja di ruangan itu,”Aku juga membuat ini! komik tentang kelinci gendut! Lihatlah…”
Hye ri maju lebih dekat ke benda yg ditunjuk. Wajahnya hanya berjarak dua senti dri permukaan meja ketika tanpa peringatan jinki merengkuh kepalanya dan mengecup hangat kening cewek itu tepat diantara kedua alisnya.
“Saranghae, kim hyeri…” bisiknya dan tersenyum hangat.
Cewek itu hanya melongo.
“Hya! Katakan sesuatu…”
Bukannya menjawab, hyeri menangis.
“Hei-hei, jangan menangis. Kau tidak perlu menjawabnya sekarang. Pikirkan saja dulu…”
HyeRi malah menangis semakin keras membuat Jinki panik. Tapi kemudian ia mengangguk.
“Mwo? Jadi kau setuju?” tanya jinki tak percaya.
“N-ne…” jawab hyeri sesegukan.
“Hahaha…!” jinki tertawa meledak.
Kim HyeRi & Lee Jinki :: THE END
*************
Seoul, autumn, 2010
Choi Serry & Kim Kibum
Serry berlari sekencang mungkin melawan arus kerumunan orang 2. Ia tak sempat ganti baju. Dari sekolah langsung menuju taman bermain.
“Gawat! Terlambat setengah jam!” ia terengah.
Serry sempat tersesat, lupa di mana letak menara jam sampai akhirnya ia menemukannya. Gadis itu membungkuk mengatur napas. Kakinya lemas menyadari ternyata tempat itu sudah kosong melompong. Kibum tidak ada di manapun.
“Kibum-aahh…” ia berbisik kecewa,”Kenapa kau begitu egois? Pertama kalinya aku terlambat dan kau bahkan tidak mau menunggu?”
Serry terduduk di sisi menara. Membenamkan wajahnya yg menangis.
“dari pertama, selalu aku yg menunggumu. Kau bahkan tidak pernah balas mengatakan menyukaiku. Atau sebenarnya memang tidak?”
Telapak tangannya menyentuh sesuatu. Kotak kecil bersampul merah hati bertulis namanya. Serry mengusap wajahnya dan membuka benda itu. Ia menemukan sebuah mini handycam, menekan tombol power dan play.
“Anyeong serry-ahh. ..”Kibum muncul di layar, ia merekam dirinya sendiri,”ketika kau melihat ini, mungkin aku sudah tidak ada di korea. Aku akan pergi untuk melakukan pengobatan. Doakan aku berhasil yaa..” ia tersenyum,”Si bodoh ini sudah terbenam sejak kecil dikepalaku, dan entah kenapa akhir2 ini ia jadi sering muncul. Dokter bilang aku harus melakukan sesuatu, jadi mereka mengirimku ke amerika… dan serry-ahh," kibum menarik napas,"-- mianheyo, tidak banyak kebahagiaan yg sanggup kuberikan selama ini. aku sering mengecewakanmu. Terlambat di setiap janji, mengerjaimu, dan banyak hal lain. Dan untuk ulang tahunmu Aku hanya bisa membuat sebuah lagu untukmu,,” ia tampak menghilang, sedetik kemudian muncul dengan gitar di tangannya,”dengarkan ya…” terdengar lagu akustik mengalun selama beberapa menit, serry tak sanggup menahan laju air matanya,” aku tahu aku terlihat keren. Hahaha… rekamlah semua kegiatanmu selama aku tidak ada dengan benda ini. aku Pasti kembali! Tunggu aku ya… dan… dengarkan baik2. Aku hanya mengatakannya sekali …” kibum memperbaiki letak duduknya,”Saranghaeyo Choi Serry…” ia tersenyum dan video itu berakhir.
Serry bangkit berdiri dan memasukkan handycam itu ke dalam tas sekolahnya. Ia berlari dan menyetop taksi pertama yg muncul.
“Bandara Incheon!” katanya.
Tempat itu lumayan ramai dengan turis2 yg baru saja tiba. Serry berlari ke bagian penerbangan luar negeri. Terlalu luas! Ia tak bisa menemukan kibum di manapun. Ponselnya kehabisan baterai. Serry hampir putus asa ketika dilihatnya cowok itu berjalan melewati portal sebening air.
“Kibum-aah!” teriak serry tidak memperdulikan sekitar.
Kibum menolah dan terkejut melihatnya. Tapi ia sudah terlajur masuk dan etalase tertutup selain untuk penumpang. Serry berlari ke arahnya. Kibum memberitahu agar ia berdiri di sisi sebelahnya. Mereka berhadapan terhalangi kaca sebening embun itu.
Serry tidak lagi berniat menyembunyikan air matanya.
kibum mengetuk dan menulis,”Jangan menangis…” tapi justru membuat gadis itu semakin tersedu.
Kibum menggaruk kepalanya bingung dan menggores dinding itu lagi,”Aku pasti kembali…”
Serry mengangguk. Kibum tersenyum memberi isyarat agar serry mendekat. Ia menunduk dan mengecup tepat di mana bibir serry seharusnya berada.
”Saranghae,” tulisnya dan melambai pergi.
Choi Serry & Kim Kibum :: The End
************
EPILOG
Seoul, 2027
YooNe menutup buku tua yang ditemukannya di laci beberapa hari lalu. Benda paling asing yg pernah ia lihat. Jadi dengan ini orang2 jaman dulu mengabadikan kisah mereka? Ia mengangguk.
“Cinta, satu diantara sedikit hal yg masih tersisa ketika bumi mulai menua…” ia membaca kalimat terakhir.
Akankah kisahku berakhir indah juga? Batinnya.
“Apa itu?” taemin muncul dari belakang.
“Bukankah kau yg menaruh di laciku?” tanya Yoone pada kekasihnya.
“Aniyo…” taemin menggeleng.
“Jadi, siapa…?”
“Entahlah…” taemin mengangkat bahu.
Tidak mungkin! Yoone semakin bingung.
“Ayo kita cari makan. Aku lapar,” ajak taemin padanya.
Yoone mengangguk masih dalam kebingungan.
=THE END=
selesai juga,, hehe
Saturday, April 25, 2009
SHINee VS 2PM Idol Show
Here we go...
Meski SHINee lagi rehat*secara nilai sekolah mereka pada terjun bebas gara2 sibuk* dan sedang fokus mempersiapkan 2nd mini album yang membuatku merasa dunia ini begitu sepi tanpa kehadiran mereka,hehehh
akhirnya memutuskan untuk jjs di youtube dan baru nonton suatu video yang lumayan mngobati kerinduan!!
Tapi gara-gara warnet yang ngadat jadi gak kuasa men'donlot*nangis darah...*
hikz...
ini kejadian baru bulan maret kemaren...
di acara Idol Show...
SHINee-oppas have to face few challenges...
keliatan banget kalu mereka itu tipe-tipe anak bae *kecuali Key-oppa yang mungkin dah dari sononya gak bisa insaf2 jadi anak alim.hehehh..*
ada bagian Jonghyun ngrayu salah satu member 2PM..pake acara nyanyi pula!!
Minho juga!! Trus Minho-oppa 'ku di peluk-peluk pula Nickhun!!
Gak rela..!!
Trus fav scene waktu tiba2 SHINee World korea mewakili diriku yg tak berdaya ini buat ngasi hadiah buat semua member SHINee,.
Key dpt pancake stroberi,.
Taemin coklat dgn tulisan2 gokil diatasnya,.lucu..!!
Nonton ajja langsung eah..aku ambil dari part2 nya ajja^^
btw...SHInee juga bakal ngadain Mini konser di Jepang Agustus ntar..mana tiketnya tergolong murah pula buat artis2 yang biasa ngadain mini konser,kalu gag salah skitar 2800yen*Ummm mupeng*
kalu yang deket- ini mereka bakal satu panggung sama SUJU di Festival Musik Remaja Korea Selatan..*tambah mupeng+ngiler+mau mati..*hagzhagz,.
hohohhh...
Napa sii turun sekolah itu gag digaji juga,??
Biar bisa nabung ketemu SHINee..*impian terliar*
yah,.mungkin suatu ari nanti jika Tuhan mngizinkan,.amien,..
Meski SHINee lagi rehat*secara nilai sekolah mereka pada terjun bebas gara2 sibuk* dan sedang fokus mempersiapkan 2nd mini album yang membuatku merasa dunia ini begitu sepi tanpa kehadiran mereka,hehehh
akhirnya memutuskan untuk jjs di youtube dan baru nonton suatu video yang lumayan mngobati kerinduan!!
Tapi gara-gara warnet yang ngadat jadi gak kuasa men'donlot*nangis darah...*
hikz...
ini kejadian baru bulan maret kemaren...
di acara Idol Show...
SHINee-oppas have to face few challenges...
keliatan banget kalu mereka itu tipe-tipe anak bae *kecuali Key-oppa yang mungkin dah dari sononya gak bisa insaf2 jadi anak alim.hehehh..*
ada bagian Jonghyun ngrayu salah satu member 2PM..pake acara nyanyi pula!!
Minho juga!! Trus Minho-oppa 'ku di peluk-peluk pula Nickhun!!
Gak rela..!!
Trus fav scene waktu tiba2 SHINee World korea mewakili diriku yg tak berdaya ini buat ngasi hadiah buat semua member SHINee,.
Key dpt pancake stroberi,.
Taemin coklat dgn tulisan2 gokil diatasnya,.lucu..!!
Nonton ajja langsung eah..aku ambil dari part2 nya ajja^^
btw...SHInee juga bakal ngadain Mini konser di Jepang Agustus ntar..mana tiketnya tergolong murah pula buat artis2 yang biasa ngadain mini konser,kalu gag salah skitar 2800yen*Ummm mupeng*
kalu yang deket- ini mereka bakal satu panggung sama SUJU di Festival Musik Remaja Korea Selatan..*tambah mupeng+ngiler+mau mati..*hagzhagz,.
hohohhh...
Napa sii turun sekolah itu gag digaji juga,??
Biar bisa nabung ketemu SHINee..*impian terliar*
yah,.mungkin suatu ari nanti jika Tuhan mngizinkan,.amien,..
Friday, April 24, 2009
FaLL in Luve with Him....
Asal tahu ajja...
Gak cuma virus flu burung atau flu singapore yang berbahaya...
Karena ada satu virus yang gak kalah dahsyat eveknya di muka bumi ini...
virus itu bernama Onewsius Gantengus...!!!
Nah,!Tahu gak tuch,,??
Hehehe...
Virus ini bisa nyerang siapa ajja lho!
Apalagi buat kamu-kamu para SHINee World!!
Karena hal ini juga terjadi pada saia...!!
Gejala awal sih gak keliatan.
Tapi makin lama makin parah!
Semua ini gara2 STAND BY ME,,!!!Ost Boys Over Flower yang mereka nyanyiin...
Suara Onew-oppa yang aduh-hai-bikin-mampus-ai menyergap diam-diam...
Hehehhh...
Soft banget kaya tofu alias tahu...
Belum lagi ini..
membuat semakin jatuh cinta*mianhe Tae Min-ah...^^*
Keluarga besar juga pada ketularan virus ini*The yand, Onna, Dienna^^*
Mianhe oppa2 yang laen...
tepi kita tetap sayang SHINee semua kok...
Gak cuma virus flu burung atau flu singapore yang berbahaya...
Karena ada satu virus yang gak kalah dahsyat eveknya di muka bumi ini...
virus itu bernama Onewsius Gantengus...!!!
Nah,!Tahu gak tuch,,??
Hehehe...
Virus ini bisa nyerang siapa ajja lho!
Apalagi buat kamu-kamu para SHINee World!!
Karena hal ini juga terjadi pada saia...!!
Gejala awal sih gak keliatan.
Tapi makin lama makin parah!
Semua ini gara2 STAND BY ME,,!!!Ost Boys Over Flower yang mereka nyanyiin...
Suara Onew-oppa yang aduh-hai-bikin-mampus-ai menyergap diam-diam...
Hehehhh...
Soft banget kaya tofu alias tahu...
Belum lagi ini..
membuat semakin jatuh cinta*mianhe Tae Min-ah...^^*
Keluarga besar juga pada ketularan virus ini*The yand, Onna, Dienna^^*
Mianhe oppa2 yang laen...
tepi kita tetap sayang SHINee semua kok...
Thursday, April 9, 2009
Don't judge something early...
jangan menilai segala sesuatu terlalu cepat...
karena terkadang gag semua yang kamu liat itu bener,,*Hoh??*
maksudnya segala sesuatu di dunia ini ternyata relatif banget...
bisa berubah-ubah kapan ajja...
apalagi yang namanya masa depan...
mana kutahu kalau seseorang seperti dia yang terlihat ordinary ternyata adalah maha karya..
tak kuduga apa yang disebut biasa malahan menjadi bunga...
karena coba lihat ke bawah...

INI..!!!
Dan...

INI juga..!!!
mambantah semua kemungkinan masa lalu menggambarkan masa depan...
No way!!!
Karena sekarang dia...

adalah ini..!!!

lalu..

Ini...*mimisan...*
My leader Onew SHINee...
Tidak!!!!
Onew-oppa..betapa indahnya dirimu...
hehehh..
tapi emang udah punya modal imut sejak kecil*tetap membela!!*
karena terkadang gag semua yang kamu liat itu bener,,*Hoh??*
maksudnya segala sesuatu di dunia ini ternyata relatif banget...
bisa berubah-ubah kapan ajja...
apalagi yang namanya masa depan...
mana kutahu kalau seseorang seperti dia yang terlihat ordinary ternyata adalah maha karya..
tak kuduga apa yang disebut biasa malahan menjadi bunga...
karena coba lihat ke bawah...
INI..!!!
Dan...
INI juga..!!!
mambantah semua kemungkinan masa lalu menggambarkan masa depan...
No way!!!
Karena sekarang dia...
adalah ini..!!!
lalu..
Ini...*mimisan...*
My leader Onew SHINee...
Tidak!!!!
Onew-oppa..betapa indahnya dirimu...
hehehh..
tapi emang udah punya modal imut sejak kecil*tetap membela!!*
Wednesday, April 8, 2009
Bom Feromon by Jonghyun Oppa
Ngerasa gag beberapa hari ini cuaca benar-benar aneh..??
kadang panas banget tapi tiba-tiba turun hujan deras,,??
Diduga fenomena ini pertama berasal dari wilayah Asia..
Lebih spesifiknya Asia Timur...
Apalagi di tempat aku duduk sekarang *Eh,,??Indonesia Asia Tenggara eah,,??Ah yang penting Asia...*
Gak ada penjelasan terperinci tentang kejadian ini...
tapi berdaasarkan pengakuan korban,,yang tak laen adalah aku sendiri yang abis kena hujan lokal dalam perjalanan ke warnet..kemungkinan besar hal ini disebabkan karena JONGHYUN-oppa sedang berULANGTAHUN..!!!!
yey-yey-yeeeeey...

MyNiceSpace.com
Happy B'day Jonghyun-oppa...!!!
Karena kita terpisah ruang dan waktu dimana saya uda usaha nyari arloji Jumper sampe ke seluk beluk kota dan mencoba menghubungi Doraemon vis telepati agar bisa segera bertemu oppa face to face, sayangnya gag menghasilkan apa-apa..T.T*Yaeyalah...*
tapi apa bole dipungkiri...kayaknya aku kurang amal sehingga tidak seberuntung mereka-mereka di sana dengan barang ajaibnya...huhuhu...
yang pasti doaku always be side you...
Love u all SHINee..
hari ini rada lebihan dikit buat Jonghyun-oppa karena dia sedang berulang tahun ke 19...*Don't be jealous Taemin-ah^^*hagshagz...

Deretan doa terujar hanya untukmu...
Semoga :
1. Makin dewasa
2. Makin cakep *so pasti..gag usa dibilang..kayaknya member SHINee emang 'dikutuk' jadi cakep^^*
3. Suaranya makin metallic
4. SHINee makin shining ajja..
5. Suatu hari ke Indonesia *Amen2009*
makin hari daku makin cinta ma kalian...
duit abis buat ke warnet donlod sanasini pun gak masalah...
yang penting Go SHINee Go...
hahahaaa...
jadi penasaran hadiah apa ajja yang dikasi oleh member yang laen...
hmmmm...
kadang panas banget tapi tiba-tiba turun hujan deras,,??
Diduga fenomena ini pertama berasal dari wilayah Asia..
Lebih spesifiknya Asia Timur...
Apalagi di tempat aku duduk sekarang *Eh,,??Indonesia Asia Tenggara eah,,??Ah yang penting Asia...*
Gak ada penjelasan terperinci tentang kejadian ini...
tapi berdaasarkan pengakuan korban,,yang tak laen adalah aku sendiri yang abis kena hujan lokal dalam perjalanan ke warnet..kemungkinan besar hal ini disebabkan karena JONGHYUN-oppa sedang berULANGTAHUN..!!!!
yey-yey-yeeeeey...
MyNiceSpace.com
Happy B'day Jonghyun-oppa...!!!
Karena kita terpisah ruang dan waktu dimana saya uda usaha nyari arloji Jumper sampe ke seluk beluk kota dan mencoba menghubungi Doraemon vis telepati agar bisa segera bertemu oppa face to face, sayangnya gag menghasilkan apa-apa..T.T*Yaeyalah...*
tapi apa bole dipungkiri...kayaknya aku kurang amal sehingga tidak seberuntung mereka-mereka di sana dengan barang ajaibnya...huhuhu...
yang pasti doaku always be side you...
Love u all SHINee..
hari ini rada lebihan dikit buat Jonghyun-oppa karena dia sedang berulang tahun ke 19...*Don't be jealous Taemin-ah^^*hagshagz...
Deretan doa terujar hanya untukmu...
Semoga :
1. Makin dewasa
2. Makin cakep *so pasti..gag usa dibilang..kayaknya member SHINee emang 'dikutuk' jadi cakep^^*
3. Suaranya makin metallic
4. SHINee makin shining ajja..
5. Suatu hari ke Indonesia *Amen2009*
makin hari daku makin cinta ma kalian...
duit abis buat ke warnet donlod sanasini pun gak masalah...
yang penting Go SHINee Go...
hahahaaa...
jadi penasaran hadiah apa ajja yang dikasi oleh member yang laen...
hmmmm...
Saturday, March 7, 2009
my New SHINee World,,!!!
baru-baru,,!!!
dapet cow baru,,,!!!
argh...senangnya..hahaha...
mereka adalah my SHINee...
aku lagi getol-getolnya donlod semua tentang mereka...
gak cuma ngandalin kecakepan buu...
suara ama dance mereka yang ngambil jalur R n B,,besutan SM Entertainment ini juga gak kalah kerennya...
mang banyak yang mbandingin dongsaeng2 ini ma seniornya,,kaya SuJu,, or DBSK..
tpi tetep beda!!*yaeyalah aliran musik juga beda*
dari pertama,, semua member emang di audisi khusus trus dapet training selama 3 taun..
baru mei 2008 mereka boleh keluar dari pertapaan..hehehe
MV pertamanya "Noona, Nomu Yepo" menuai banyak pujian...!!!
buat perform pertama ajja mereka live!! gak pake lipsync2an..
pihak menejemen SM percaya banget ama mereka berlima..
drisemua member,, yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya itu adalah LEE TAE MIN,,!!!
secara,,isu yang bererdar tentang dia yang sanggup bikin juri audisi SM shock gara2 dancenya yang saat itu masih berumur kurang lebih 11-12 taun..*Whattatiiiit..*
and sialnya ini brondoong juga mampu menarik perhatian saiia..!! tidak!!!
gak nyangka waktu ngeliat MV Amigo ternyata dia baru 15 Taun,,!!!*tereak histeris*..
yah,,apah boleh buat..mana bisa manusia bisa milih mau jatuh cinta ma sapa..??Hohoho...
this's first tulisan buat mereka..
akan lebih banyak menyusul setelah ini!!!

ki-ka..: Onew,,Taemin,,Jonghyun,,Min Ho,,Key..
Onew (leader)
温流
Real Name: Lee Jinki
Nickname: Leader Onew
DOB: December 14th, 1989 (18 int'l ; 20 krn)
Height: 177cm
Bloodtype: O
Hobby/Interest: Music, Piano, Mandarin
Jonghyun
Stage Name: 종현钟铉
Real Name: Kim Jonghyun
Nickname: Bling Bling Jonghyun
DOB: April 8th, 1990 (18 int'l ; 19 krn)
Height: 173cm
Bloodtype: AB
Family: Parents, sister
Hobby/Interest:Watching movies, Popping (dance), Lyrics, Piano, Mandarin
Appearances: Zhang Li Yin's 交錯的愛 (Wrongly Given Love)
Facts: He's the shortest out of the whole group. He studied Chinese in Beijing in 2007
Key
Stage Name: 키
Real Name: Kim Kibum (김기범)
Nickname: The Almighty Key
DOB: September 23rd, 1991 (16 int'l ; 18 krn)
Height: 177cm
Bloodtype: B
Hobby/Interest: Rap, Dance, Water Skiing, English, Mandarin
Appearances: Attack of the Pin-Up Boys (2007)
Minho
Stage Name: 민호 珉豪
Real Name: Choi Minho
Nickname: Charismatic Flame Minho
DOB: December 9th, 1991 (16 int'l ; 18 krn)
Height: 181cm
Bloodtype: B
Family: Parents, older brother
Hobby/Interest: Soccer, Basketball, Performing, English
Appearances: Ha SangBaek's Fashion Show (March 2008), 2008/2009 F/W Pret-a-Porter Busan Fashion Show (May 2008)
Facts: In Ha SangBaek's Fashion Show, he walked down the run-way like a robot. He studied Chinese in Beijing in 2006 and 2007.
Taemin
Real Name: Lee Taemin
Nickname: Handy Boy Taemin, Maknae
DOB: July 18th, 1993 (14 int'l ; 16 krn)
Hometown: Dongbong-gu, Seoul
Height: 175cm
Weight: 50kg
Bloodtype: B
Family: Parents, older brother
Education Graduated middle school
Hobby/Interest: Listening to Music, Popping (dance), Piano, Mandarin
Facts: He's considered the best dancer out of the group despite being the youngest. He studied Chinese in Beijing in 2007.
oiaphzz...
dapet cow baru,,,!!!
argh...senangnya..hahaha...
mereka adalah my SHINee...
aku lagi getol-getolnya donlod semua tentang mereka...
gak cuma ngandalin kecakepan buu...
suara ama dance mereka yang ngambil jalur R n B,,besutan SM Entertainment ini juga gak kalah kerennya...
mang banyak yang mbandingin dongsaeng2 ini ma seniornya,,kaya SuJu,, or DBSK..
tpi tetep beda!!*yaeyalah aliran musik juga beda*
dari pertama,, semua member emang di audisi khusus trus dapet training selama 3 taun..
baru mei 2008 mereka boleh keluar dari pertapaan..hehehe
MV pertamanya "Noona, Nomu Yepo" menuai banyak pujian...!!!
buat perform pertama ajja mereka live!! gak pake lipsync2an..
pihak menejemen SM percaya banget ama mereka berlima..
drisemua member,, yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya itu adalah LEE TAE MIN,,!!!
secara,,isu yang bererdar tentang dia yang sanggup bikin juri audisi SM shock gara2 dancenya yang saat itu masih berumur kurang lebih 11-12 taun..*Whattatiiiit..*
and sialnya ini brondoong juga mampu menarik perhatian saiia..!! tidak!!!
gak nyangka waktu ngeliat MV Amigo ternyata dia baru 15 Taun,,!!!*tereak histeris*..
yah,,apah boleh buat..mana bisa manusia bisa milih mau jatuh cinta ma sapa..??Hohoho...
this's first tulisan buat mereka..
akan lebih banyak menyusul setelah ini!!!
ki-ka..: Onew,,Taemin,,Jonghyun,,Min Ho,,Key..
Onew (leader)
温流
Real Name: Lee Jinki
Nickname: Leader Onew
DOB: December 14th, 1989 (18 int'l ; 20 krn)
Height: 177cm
Bloodtype: O
Hobby/Interest: Music, Piano, Mandarin
Jonghyun
Stage Name: 종현钟铉
Real Name: Kim Jonghyun
Nickname: Bling Bling Jonghyun
DOB: April 8th, 1990 (18 int'l ; 19 krn)
Height: 173cm
Bloodtype: AB
Family: Parents, sister
Hobby/Interest:Watching movies, Popping (dance), Lyrics, Piano, Mandarin
Appearances: Zhang Li Yin's 交錯的愛 (Wrongly Given Love)
Facts: He's the shortest out of the whole group. He studied Chinese in Beijing in 2007
Key
Stage Name: 키
Real Name: Kim Kibum (김기범)
Nickname: The Almighty Key
DOB: September 23rd, 1991 (16 int'l ; 18 krn)
Height: 177cm
Bloodtype: B
Hobby/Interest: Rap, Dance, Water Skiing, English, Mandarin
Appearances: Attack of the Pin-Up Boys (2007)
Minho
Stage Name: 민호 珉豪
Real Name: Choi Minho
Nickname: Charismatic Flame Minho
DOB: December 9th, 1991 (16 int'l ; 18 krn)
Height: 181cm
Bloodtype: B
Family: Parents, older brother
Hobby/Interest: Soccer, Basketball, Performing, English
Appearances: Ha SangBaek's Fashion Show (March 2008), 2008/2009 F/W Pret-a-Porter Busan Fashion Show (May 2008)
Facts: In Ha SangBaek's Fashion Show, he walked down the run-way like a robot. He studied Chinese in Beijing in 2006 and 2007.
Taemin
Real Name: Lee Taemin
Nickname: Handy Boy Taemin, Maknae
DOB: July 18th, 1993 (14 int'l ; 16 krn)
Hometown: Dongbong-gu, Seoul
Height: 175cm
Weight: 50kg
Bloodtype: B
Family: Parents, older brother
Education Graduated middle school
Hobby/Interest: Listening to Music, Popping (dance), Piano, Mandarin
Facts: He's considered the best dancer out of the group despite being the youngest. He studied Chinese in Beijing in 2007.
oiaphzz...
Subscribe to:
Posts (Atom)